CCHF adalah penyakit virus yang menyebar lewat kutu dan ternak. Penyakit ini dapat menyebabkan demam mendadak, perdarahan, dan dapat menewaskan hingga 40% orang yang terinfeksi. Wabah pernah terjadi di Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Timur Tengah. Saat ini tidak ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.
Sebuah studi pada tikus melaporkan hasil menjanjikan untuk vaksin eksperimental. Vaksin itu memakai partikel replikon mirip virus yang masuk ke sel tetapi tidak dapat bereplikasi. Peneliti menemukan antibodi setelah satu atau dua dosis, dan antibodi tetap terdeteksi hingga 18 bulan. Dosis penguat membuat antibodi lebih kuat dan lebih stabil.
Langkah berikutnya adalah produksi skala besar sesuai standar GMP sebelum uji klinis pada manusia, bekerja dengan beberapa lembaga kesehatan dan universitas.
Kata-kata sulit
- replikon — bagian mirip virus yang dapat masuk ke sel
- antibodi — protein tubuh yang melawan infeksi
- vaksin — bahan yang merangsang kekebalan tubuhvaksin eksperimental
- perdarahan — keluarnya darah dari tubuh atau organ
- uji klinis — penelitian pada manusia untuk obat atau vaksin
- dosis penguat — dosis tambahan untuk meningkatkan kekebalan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda khawatir jika ada wabah penyakit yang berasal dari hewan? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda manfaat vaksin yang menghasilkan antibodi sampai 18 bulan?
- Menurut Anda, mengapa penting produksi sesuai standar sebelum uji klinis?
Artikel terkait
Remaja di Hong Kong Menggunakan Chatbot sebagai Teman Emosional
Laporan 12 Oktober 2025 menunjukkan remaja di Hong Kong memakai chatbot seperti Xingye dan Character.AI untuk dukungan emosional. Para ahli peringatkan risiko, dan beberapa pengembang mencoba membuat alat yang lebih aman.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Panas dan lembap saat kehamilan kurangi pertumbuhan anak
Penelitian menemukan panas yang lembap selama kehamilan berdampak lebih buruk pada pertumbuhan anak dibandingkan panas saja. Studi menggunakan metrik WBGT dan mengaitkan data cuaca dengan catatan kesehatan untuk menilai paparan pranatal di Asia Selatan.