CCHF adalah penyakit virus yang menyebar lewat kutu dan ternak. Penyakit ini dapat menyebabkan demam mendadak, perdarahan, dan dapat menewaskan hingga 40% orang yang terinfeksi. Wabah pernah terjadi di Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Timur Tengah. Saat ini tidak ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.
Sebuah studi pada tikus melaporkan hasil menjanjikan untuk vaksin eksperimental. Vaksin itu memakai partikel replikon mirip virus yang masuk ke sel tetapi tidak dapat bereplikasi. Peneliti menemukan antibodi setelah satu atau dua dosis, dan antibodi tetap terdeteksi hingga 18 bulan. Dosis penguat membuat antibodi lebih kuat dan lebih stabil.
Langkah berikutnya adalah produksi skala besar sesuai standar GMP sebelum uji klinis pada manusia, bekerja dengan beberapa lembaga kesehatan dan universitas.
Kata-kata sulit
- replikon — bagian mirip virus yang dapat masuk ke sel
- antibodi — protein tubuh yang melawan infeksi
- vaksin — bahan yang merangsang kekebalan tubuhvaksin eksperimental
- perdarahan — keluarnya darah dari tubuh atau organ
- uji klinis — penelitian pada manusia untuk obat atau vaksin
- dosis penguat — dosis tambahan untuk meningkatkan kekebalan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda khawatir jika ada wabah penyakit yang berasal dari hewan? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda manfaat vaksin yang menghasilkan antibodi sampai 18 bulan?
- Menurut Anda, mengapa penting produksi sesuai standar sebelum uji klinis?
Artikel terkait
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.
Bagaimana Kongres Bereaksi di Media Sosial Setelah Penembakan Massal
Studi menganalisis posting anggota Kongres di X selama dua tahun dan menemukan perbedaan besar antara dua partai. Demokrat cenderung menulis tentang senjata segera setelah penembakan, sedangkan Republik jarang menunjukkan respons serupa.
Antibodi Tambahan Bisa Perkuat Vaksin Influenza
Penelitian baru menemukan bahwa menambahkan antibodi tertentu—termasuk terhadap neuraminidase dan bagian HA—dapat membuat vaksin influenza lebih kuat dan mengurangi penularan. Studi ini mengikuti rumah tangga di Nicaragua dan dipublikasikan di Nature Communications.
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.