- CCHF adalah penyakit virus yang berbahaya bagi manusia.
- Penyakit menyebar melalui kutu dan hewan ternak domestik.
- Gejala meliputi demam mendadak, gagal organ, dan perdarahan.
- Penyakit ini dapat menewaskan banyak orang yang terinfeksi.
- Saat ini belum ada vaksin atau obat yang disetujui.
- Peneliti menguji vaksin baru terlebih dahulu pada tikus.
- Vaksin memakai partikel replikon yang mirip virus tetapi aman.
- Mereka memberi satu atau dua dosis pada tikus percobaan.
- Antibodi terlihat bertahan lama pada tikus percobaan ilmiah.
Kata-kata sulit
- virus — mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit
- menyebar — bergerak atau pindah ke banyak orang atau tempat
- perdarahan — kehilangan darah dari tubuh melalui luka atau organ dalam
- vaksin — zat yang memberi perlindungan dari penyakit
- antibodi — protein tubuh yang melawan kuman atau virus
- dosis — jumlah obat atau vaksin yang diberikan satu kali
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat kutu pada hewan?
- Apakah kamu pernah melihat tikus di sekitar rumah?
- Jika ada penyakit berbahaya, apakah kamu akan pergi ke dokter?
Artikel terkait
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.
Studi: Autoantibodi Serang Otak pada Long COVID
Penelitian yang dipimpin oleh Akiko Iwasaki dan dipublikasikan di jurnal CELL menemukan bahwa beberapa pasien long COVID memiliki autoantibodi yang menyerang jaringan otak dan saraf. Transfer antibodi ini ke tikus menyebabkan gejala serupa dan menuntut penelitian lebih lanjut.