Para peneliti melaporkan platform vaksin baru yang dibuat dari vesikel ekstraseluler (partikel kecil dari sel). Mereka memasang hemagglutinin (HA) dalam posisi terbalik sehingga bagian batang HA lebih terlihat oleh sistem kekebalan.
Vaksin ini diberikan secara intranasal untuk melindungi saluran pernapasan. Pada percobaan di tikus, vaksin memicu antibodi yang bereaksi pada banyak jenis virus dan merangsang respons seluler yang kuat. Para peneliti menyimpulkan bahwa desain HA terbalik pada vesikel bisa menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk vaksin influenza yang memberi perlindungan lebih luas.
Kata-kata sulit
- vesikel ekstraseluler — partikel kecil yang keluar dari sel
- hemagglutinin — protein pada permukaan virus influenza
- intranasal — cara memberi obat atau vaksin lewat hidung
- antibodi — protein tubuh yang melawan kuman atau virus
- respons seluler — reaksi sistem kekebalan oleh sel tubuh
- terbalik — keadaan posisi berubah dari yang biasa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu lebih memilih vaksin lewat hidung atau lewat suntik? Mengapa?
- Mengapa menurutmu penting memiliki vaksin yang memberi perlindungan lebih luas?
- Bagaimana menurutmu menampilkan bagian batang HA lebih terlihat bisa membantu tubuh melawan virus?
Artikel terkait
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.
Antibodi Rekayasa untuk Melawan HCMV
Peneliti mengembangkan antibodi rekayasa yang mencegah human cytomegalovirus (HCMV) mengelabui sistem kekebalan. Dalam uji laboratorium antibodi ini mengurangi penyebaran virus, namun masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum dipakai secara klinis.
Vaksin Demam Berdarah Satu Dosis Disetujui di Brasil
Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV satu dosis untuk usia 12–59 pada 26 November. Uji coba dengan 16.000 relawan menunjukkan efektivitas tinggi; lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan masuk Program Imunisasi Nasional awal 2026.
Imunisasi RSV Sepanjang Tahun Kurangi Risiko Wabah Musiman
Sebuah studi menemukan bahwa akses imunisasi RSV sepanjang tahun dapat mengurangi kemungkinan wabah musiman besar di AS. Peneliti membandingkan pola di kota dan desa dan merekomendasikan vaksinasi kapan saja untuk wanita hamil dan anak kecil.