Penelitian dari sebuah universitas menunjukkan gangguan berulang pada ritme sirkadian merusak jaringan payudara dan melemahkan pertahanan tubuh. Para peneliti membandingkan dua kelompok: satu hidup dengan siklus terang–gelap normal, satu lagi diberi cahaya yang mengacaukan jam tubuh.
Kelompok yang terganggu menunjukkan tanda kanker lebih awal dan tumor lebih agresif. Gangguan juga mengubah bentuk kelenjar penghasil susu sehingga lebih rentan terhadap kanker. Tim penelitian ingin mengetahui bagaimana melindungi pekerja shift malam dan pelancong dari efek ini.
Kata-kata sulit
- ritme sirkadian — pola biologis tubuh setiap hari
- gangguan — keadaan tidak normal atau terganggugangguan berulang
- jaringan — kelompok sel yang membentuk bagian tubuhjaringan payudara
- pertahanan tubuh — sistem yang melawan penyakit dan infeksi
- siklus terang–gelap — pergantian waktu siang dan malamsiklus terang–gelap normal
- kelenjar penghasil susu — organ yang membuat cairan susu pada mamalia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah mengalami perubahan jam tidur saat bepergian? Apa yang Anda rasakan?
- Menurut Anda, tindakan sederhana apa yang bisa membantu pekerja shift malam menjaga kesehatan?
- Apa yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi gangguan dari cahaya malam?
Artikel terkait
Bayi dari Keluarga Berpendapatan Rendah Lebih Sering Lahir Kecil
Penelitian AS menganalisis 380,000 kelahiran antara 2012 dan 2022 dan menemukan bayi dari keluarga berpendapatan rendah lebih sering lahir terlalu kecil atau prematur. Para peneliti memperingatkan penutupan PRAMS CDC pada musim semi 2025 dapat mengurangi data penting.
Bagaimana Reseptor Sel T Memicu Imunoterapi Kanker
Peneliti di The Rockefeller University menggunakan cryo-EM dan lingkungan membran tiruan untuk melihat reseptor sel T. Mereka menemukan reseptor tertutup saat istirahat dan membuka saat bertemu antigen, temuan yang dapat membantu menyempurnakan imunoterapi sel T.
Pembatasan Kalori Ubah Protein Otot dan Tingkatkan Respons Insulin
Penelitian pada tikus usia 24 bulan menunjukkan pembatasan kalori 35% selama delapan minggu mengubah fosforilasi protein otot dan meningkatkan penyerapan glukosa yang dipicu insulin, dengan respons molekuler berbeda antara jantan dan betina.