LingVo.club
Level
Kerugian Panen di India karena Cuaca, Hama, dan Polusi — Level B2 — A field of green grass with a silo in the background

Kerugian Panen di India karena Cuaca, Hama, dan PolusiCEFR B2

9 Jan 2026

Diadaptasi dari Ranjit Devraj, SciDev CC BY 2.0

Foto oleh Roger Starnes Sr, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
285 kata

Kerugian hasil panen di India semakin luas karena interaksi antara cuaca ekstrem, serangan hama, degradasi lahan, dan polusi udara. Kasus di Kerala, ketika hujan di luar musim saat panen tahun lalu membuat padi matang terendam dan tidak dapat dipanen dengan mesin, menggambarkan bagaimana gangguan sederhana dapat menyebabkan pembusukan gabah dan jerami tanpa fasilitas pengeringan atau gudang.

Data dan studi memperlihatkan skala masalah. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperkirakan hingga 40 per cent tanaman hilang setiap tahun akibat hama dan penyakit, sementara perkiraan pemerintah menempatkan angka sekitar 30 per cent untuk India; FAO juga menyebut 1.7 billion orang tinggal di wilayah yang mengalami penurunan hasil karena degradasi lahan. Studi oleh Tata‑Cornell Institute di Uttar Pradesh menemukan kadar aflatoksin tinggi pada padi, gandum, jagung, dan sorgum, dan Bhaskar Mittra memperingatkan bahwa mikotoksin dapat menyebabkan kanker.

Teknologi seperti AI, penginderaan jauh, drone, data satelit, model pembelajaran mesin, dan metode pemetaan dapat memperbaiki peringatan dini dan deteksi stres tanaman atau wabah hama. Namun para petani menegaskan teknologi itu tidak menggantikan infrastruktur dasar seperti penyimpanan dan pengeringan. Kenaikan ozon permukaan di dataran Indo‑Gangga dan India tengah juga menurunkan hasil dan kualitas gabah; Jayanarayanan Kuttipurath memperkirakan India kehilangan lebih dari US$3 billion per tahun pada produksi padi karena kerusakan ozon.

Workshop GBCL yang diselenggarakan antara September dan November 2025 oleh Central Rice Research Institute dan CABI mempertemukan ilmuwan, penyuluh, dan petani untuk memperbaiki pengukuran kerugian. Vinod Pandit dan Kavita Mishra menyatakan perspektif gender diperlukan agar respons kebijakan inklusif bagi petani kecil dan marjinal. Para ahli menyerukan pengukuran yang lebih baik tentang kapan, di mana, dan bagaimana tanaman hilang serta kebijakan yang menargetkan petani yang menanggung biaya terbesar. Proyek GBCL didanai oleh UK International Development dan Gates Foundation.

Kata-kata sulit

  • degradasipenurunan kualitas atau kesuburan tanah dari waktu ke waktu
    degradasi lahan
  • aflatoksinracun yang dihasilkan jamur pada tanaman pangan
  • mikotoksinzat beracun dari jamur yang merugikan kesehatan
  • penginderaan jauhteknik mengumpulkan data dari jarak jauh
  • peringatan diniinformasi awal untuk mengetahui bahaya atau risiko
  • penyuluhorang yang memberi saran teknis kepada petani
  • marjinalkelompok atau individu dengan sumber daya sedikit

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana kombinasi teknologi (mis. AI, drone) dan infrastruktur dasar (penyimpanan, pengeringan) dapat mengurangi kerugian hasil panen di daerah Anda?
  • Menurut Anda, tantangan apa yang paling sering dihadapi petani kecil dan marjinal sehingga diperlukan kebijakan yang lebih spesifik?
  • Jika negara harus memilih antara investasi besar untuk teknologi baru atau untuk fasilitas penyimpanan dan pengeringan, mana yang Anda rekomendasikan dan mengapa?

Artikel terkait