📖+10 XP
🎧+10 XP
✅+15 XP
Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30CEFR A1
21 Nov 2025
Diadaptasi dari Mong Palatino, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Karlo King, Unsplash
Level A1 – PemulaCEFR A1
2 mnt
72 kata
- Petani Filipina mengadakan pameran, lokakarya, dan pertemuan komunitas.
- Acara itu menyorot hubungan antara pertanian dan iklim.
- MASIPAG memimpin kegiatan ini sebagai jaringan petani.
- Pameran menampilkan banyak produk dari petani lokal.
- Ada sesi memasak solidaritas dengan dapur luar ruangan EII-AP.
- Kelompok ini menerbitkan petisi menolak rancangan GMO.
- Lebih dari 50 asosiasi petani menyatakan penentangan.
- Surat posisi ditandatangani lebih dari 3,000 individu dari dua distrik.
- Sekitar 65 pemimpin petani berkumpul di Binalbagan, Negros.
Kata-kata sulit
- petani — Orang yang bercocok tanam dan bertani.
- kegiatan — Aktivitas atau acara yang dilakukan.
- keadilan — Hal yang adil atau setara.
- reformasi — Perubahan untuk perbaikan suatu sistem.
- agroekologi — Ilmu tentang pertanian yang ramah lingkungan.
- lokakarya — Sebuah pertemuan untuk berbagi pengetahuan.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk menolak GMOs?
- Apa pendapat Anda tentang pertanian agroekologi?
- Bagaimana kegiatan ini dapat membantu komunitas?
Artikel terkait
29 Nov 2025
26 Des 2025
18 Mei 2026
30 Apr 2026
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
26 Nov 2025
Masyarakat Adat di COP30: Hak Wilayah dan Pengetahuan untuk Iklim
Di COP30 di Belém, Sineia Do Vale menekankan bahwa mengamankan hak wilayah masyarakat adat adalah langkah pertama. Ia meminta gabungkan pengetahuan tradisional adat dengan penelitian ilmiah dan membahas kebakaran di Roraima pada 2024.