LingVo.club
Level
Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30 — Level B2 — a river running through a lush green countryside

Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30CEFR B2

21 Nov 2025

Level B2 – Menengah-atas
6 mnt
357 kata

Pada bulan Oktober, MASIPAG dan mitra menyelenggarakan lokakarya dan pameran agroekologi nasional di wilayah ibu kota negara. Acara ini menampilkan produk petani lokal dan sesi memasak solidaritas yang diorganisir oleh Earth Island Institute-Asia-Pacific (EII-AP). Robert Ray Medrano, koordinator kampanye EII-AP, menjelaskan bahwa memasak langsung menghubungkan makanan sehari-hari dengan perjuangan yang lebih luas untuk akses pangan, kontrol lahan, dan perlindungan lingkungan.

Setelah kegiatan, MASIPAG mengajukan keberatan resmi terhadap rancangan peraturan daerah yang dinilai menguntungkan organisme hasil rekayasa genetika (GMO). Mereka menyerahkan petisi yang mewakili petani Pulau Negros dan menyatakan bahwa lebih dari 50 asosiasi petani menentang rancangan itu. MASIPAG memperingatkan bahwa langkah tersebut akan memperdalam ketergantungan pada benih impor dan input kimia, mengurangi keanekaragaman hayati pertanian, serta mengikis praktik bertani tradisional. Surat posisi juga dikirim dan ditandatangani lebih dari 3,000 individu dari dua distrik, yang menekankan keunggulan agroekologi dan menunjukkan bahwa praktik tanpa olah tanah dapat berhasil tanpa bergantung pada GMO atau input kimia yang merusak.

Di Binalbagan, sekitar 65 pemimpin petani berkumpul untuk konsultasi komunitas tentang dampak kesehatan GMO dan risiko terhadap ekosistem lokal. Negros dikenal sebagai pusat pertanian organik, dan konsultasi bertujuan melindungi praktik lokal dan sistem pengetahuan yang telah berlangsung lama. Dalam sesi GARSA bersama petani dari Mindanao, perhatian tertuju pada dua pilar utama: redistribusi dan perlindungan lahan bagi petani kecil, serta promosi praktik agroekologi untuk menjaga keseimbangan ekologi, ketahanan pangan, dan ketahanan iklim.

Diskusi GARSA juga menyorot hak-hak perempuan di pedesaan, menyerukan penghapusan diskriminasi gender dan pengakuan terhadap perempuan yang menyimpan benih serta memproduksi pangan sebagai pemegang hak dan pengambil keputusan, serta menghadapi apa yang disebut "feodal maskulin". Selama kegiatan MASIPAG, dua topan kuat merusak bagian-bagian Negros, yang semakin menggarisbawahi argumen kelompok itu untuk reforma agraria dan keadilan iklim. MASIPAG mengatakan kepada Global Voices bahwa hasil COP30 akan dihubungkan dengan kerja akar rumput, mereka akan merilis video opini yang mengaitkan diskusi COP30 dengan pelajaran dari lokakarya, dan mereka terus mempromosikan praktik bertani tradisional yang dipimpin komunitas serta dukungan masyarakat untuk perlindungan lingkungan.

  • Lokakarya nasional dan pameran di ibu kota negara.
  • Keberatan resmi terhadap rancangan pro-GMO dan petisi dari Negros.
  • GARSA: redistribusi lahan dan agroekologi untuk ketahanan.

Kata-kata sulit

  • agroekologicara bertani yang memprioritaskan keseimbangan alam
  • keberatanpenolakan resmi terhadap satu aturan atau kebijakan
  • rekayasa genetikaperubahan gen organisme dengan teknik ilmiah
  • keanekaragaman hayativariasi jenis tumbuhan dan hewan di suatu tempat
  • redistribusipembagian kembali lahan atau sumber daya kepada orang lain
  • feodal maskulinsistem sosial yang mengutamakan kekuasaan laki-laki
  • ketergantungankondisi bergantung pada sesuatu untuk bertahan hidup

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana praktik agroekologi yang disebutkan dalam teks dapat membantu ketahanan pangan dan ketahanan iklim di komunitas lokal?
  • Menurut teks, apa dampak negatif ketergantungan pada benih impor dan input kimia terhadap petani kecil dan ekosistem?
  • Bagaimana pengakuan peran perempuan dalam menyimpan benih dan memproduksi pangan dapat mengubah praktik pertanian tradisional?

Artikel terkait

Topan Melissa menerjang Jamaika — Level B2
9 Jan 2026

Topan Melissa menerjang Jamaika

Topan Melissa menghantam Jamaika setelah terbentuk di perairan yang sangat hangat. Relawan membantu warga, banyak rumah rusak, dan ada seruan untuk rumah yang lebih tahan serta tanggung jawab negara beremisi tinggi.