Desa Rastafari di Jamaika Terancam Pembangunan JalanCEFR B2
16 Agu 2025
Diadaptasi dari Emma Lewis, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Kemoi Brown, Unsplash
Rastafari Indigenous Village di Montego Bay Gardens, Portobello, dibuka pada 2014 dengan pendanaan awal dari World Bank dan lahan yang disediakan oleh keluarga Nelson. Desa itu menonjol karena bangunan bambu, kebun obat, keberadaan Sungai Montego yang berdekatan, dan tur rutin yang menampilkan masakan ital, drumming, serta jalan-jalan di sungai. Penulis sebelumnya menulis tentang desa untuk Jamaica Social Investment Fund, dan artikel ini dipublikasikan di Petchary’s Blog pada 28 Juli 2025.
Hingga 2025 desa terpengaruh oleh konstruksi sebuah bypass. Alat berat dan pekerja dari China Harbour Engineering Company (CHEC) terlihat di lokasi. Pekerjaan jalan telah menyebabkan deforestasi dan mengubah kontur lahan; air larian, puing, dan saluran yang rusak kini mengalir menuju desa dan ke Sungai Montego. Warga melaporkan kualitas udara yang buruk, kebisingan terus-menerus, dan akses yang sulit. Beberapa video promosi di YouTube menggambarkan proyek sebagai “Jamaika baru” dan menunjukkan ruas bypass menerima lapisan aspal pertama, serta menampilkan rencana untuk mengalihkan Sungai Montego. Setidaknya satu bagian jalan baru diperkirakan akan menjadi jalan tol.
Tulisan ini menyoroti hilangnya warisan budaya tak benda dan praktik Rastafari, serta pembicaraan tentang relokasi yang tetap samar karena akses dibatasi. Konsultasi daring tentang bypass hanya mencakup presentasi panjang dan sesi tanya jawab singkat yang tidak menjawab banyak kekhawatiran. Penulis menyarankan ratifikasi Escazú Agreement untuk memperbaiki partisipasi publik dan perlindungan lingkungan. Ko-pendiri desa, Arlene Alberga McKenzie, mengatakan: “Rastafari berdiri di celah untuk mengingatkan masa kini kita akan banyak perjalanan masa lalu kita […] Tuntutan terhadap desa itu adalah untuk keterhubungan: dengan tanah, tanaman dan pohon, serta dengan cerita-cerita tentang bertahan hidup.”
Kata-kata sulit
- deforestasi — penebangan atau hilangnya hutan oleh manusia
- kontur — bentuk permukaan tanah atau lekukannyakontur lahan
- air larian — air yang mengalir di permukaan setelah hujan
- budaya tak benda — tradisi, praktik atau pengetahuan turun-temurun
- ratifikasi — persetujuan resmi oleh negara terhadap perjanjian
- relokasi — pemindahan orang atau fasilitas ke lokasi baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana proyek bypass yang digambarkan bisa mengancam praktik dan tradisi Rastafari di desa?
- Langkah apa yang menurut Anda bisa diambil komunitas lokal untuk memperbaiki partisipasi mereka dalam keputusan pembangunan?
- Apa keuntungan dan kerugian jika sebuah negara meratifikasi perjanjian seperti Escazú Agreement dalam konteks proyek infrastruktur?
Artikel terkait
Teknologi Magnet untuk Mengatasi Arsenik di India
Dua saudara dari Bihar mengembangkan metode magnetik tanpa bahan kimia (METAL) untuk menghilangkan arsenik dari air tanah. Teknologi itu menjadi produk MARU, sudah memurnikan air dan mendapat pengakuan nasional sebelum masuk pasar komersial.
Masyarakat Adat di COP30: Hak Wilayah dan Pengetahuan untuk Iklim
Di COP30 di Belém, Sineia Do Vale menekankan bahwa mengamankan hak wilayah masyarakat adat adalah langkah pertama. Ia meminta gabungkan pengetahuan tradisional adat dengan penelitian ilmiah dan membahas kebakaran di Roraima pada 2024.