Sistem pendidikan di Madagascar melemah selama 20 tahun dan sekarang membatasi pembangunan. Data World Bank 2025 menunjukkan hanya 66.6 persen anak perempuan dan 60.6 persen anak laki-laki menyelesaikan sekolah dasar, sedangkan hanya 25 persen anak mampu membaca dengan baik setelah lulus.
Sekitar 60 persen tenaga pengajar dasar dan prasekolah pada 2024 adalah guru FRAM yang sering tidak berkualifikasi. Sekolah juga rusak oleh siklon (1,000–2,000 ruang kelas tiap tahun) dan beroperasi dengan atap bocor serta buku teks yang hilang. Pendidikan tinggi mengalami protes pada Mei 2024 menuntut pembayaran dan perbaikan asrama. Banyak pemuda menganggur dan banyak yang pergi ke luar negeri.
Kata-kata sulit
- pendidikan — Proses belajar dan mengajar di sekolah.
- masalah — Hal yang sulit atau yang perlu diatasi.
- infrastruktur — Sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas.
- lulusan — Orang yang telah menyelesaikan pendidikan.
- pekerjaan — Tugas atau aktivitas untuk mendapatkan uang.
- peluang — Kesempatan untuk mencapai tujuan.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa alasan siswa tidak menyelesaikan sekolah di Madagaskar?
- Mengapa banyak lulusan bekerja di pekerjaan yang tidak cocok?
- Apa dampak bagi orang muda yang bekerja di luar negeri?
Artikel terkait
Laporan: Uganda Perlu Reformasi Riset dan Inovasi
Laporan nasional yang diluncurkan pada 21 Juni menyimpulkan Uganda perlu mereformasi sistem ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi untuk mempercepat peralihan menuju status berpendapatan menengah. Laporan menyoroti kesenjangan gender dan kelemahan pendanaan.
Pendingin murah kurangi bahaya panas di pabrik garmen Bangladesh
Studi yang dipimpin University of Sydney dan diterbitkan 20 Oktober menguji langkah pendinginan berbiaya rendah untuk pekerja pabrik garmen Bangladesh. Kipas, dorongan minum air, dan atap berinsulasi memperbaiki kesehatan dan produktivitas.
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.