- Peneliti membuat tulang rawan telinga di laboratorium.
- Mereka memakai sel manusia dari operasi korektif.
- Jaringan baru mirip tulang rawan asli manusia.
- Jaringan itu dicetak dan dimatangkan dalam kultur.
- Mereka menguji konstruksi itu pada tikus percobaan.
- Bentuk dan elastisitas tetap setelah pengujian.
- Metode ini mengurangi kebutuhan mengambil tulang rusuk pasien.
- Prosedur tulang rusuk menyebabkan nyeri dan bekas luka.
- Eksperimen memakan waktu beberapa bulan setiap kali.
- Langkah berikutnya adalah studi pada manusia dan persetujuan.
Kata-kata sulit
- tulang rawan — jaringan kuat dan lentur di telinga dan sendi
- laboratorium — tempat penelitian ilmiah dengan peralatan khusus
- jaringan — kumpulan sel yang membentuk bagian tubuh
- kultur — pertumbuhan sel atau jaringan di tempat buatan
- elastisitas — kemampuan kembali ke bentuk semula setelah lentur
- nyeri — perasaan sakit yang tajam atau terus-menerus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu takut bekas luka setelah operasi?
- Jika perlu, apakah kamu mau jaringan buatan untuk perbaikan tubuh?
- Pernahkah kamu melihat hewan percobaan seperti tikus?
Artikel terkait
Ramalan Cuaca Lebih Baik Bisa Kurangi Kematian Karena Panas
Penelitian menemukan bahwa perbaikan ramalan cuaca jangka pendek dapat mengurangi kematian akibat panas seiring pemanasan iklim. Peringatan yang tepat memberi orang kesempatan melindungi diri; studi memperkirakan pengurangan besar di AS pada tahun 2100.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Kesenjangan Pendidikan dan Akses Digital di Chiapas
Di dataran tinggi Chiapas, kemiskinan, tuna aksara, dan akses internet yang rendah membatasi peluang pendidikan bagi perempuan muda. Beberapa program seperti Low‑Tech dan Tecnolochicas menunjukkan kemajuan, tetapi dukungan jangka panjang masih diperlukan.