Sebuah studi percontohan yang dipublikasikan di Chemical Engineering Journal menguji metode baru untuk mengolah lumpur dari fasilitas pengolahan air limbah. Tim peneliti melakukan pra-perlakuan pada lumpur yang dikumpulkan dari fasilitas terdekat sebelum digesti anaerob standar. Mereka melaporkan bahwa pra-perlakuan menghasilkan 200% lebih banyak gas alam terbarukan dibanding praktik saat ini dan menurunkan biaya pembuangan akhir hampir 50%, dari $494 menjadi $253 per ton padatan kering.
Peneliti, termasuk Birgitte Ahring dari Washington State University, menyatakan teknologi ini dapat mengonversi hingga 80% lumpur menjadi produk bernilai. Mereka menjelaskan pentingnya temuan ini karena fasilitas pengolahan air limbah di AS menggunakan antara 3% dan 4% dari total permintaan listrik dan menghasilkan sekitar 21 million metric tons gas rumah kaca setiap tahun. Sekitar separuh dari kira-kira 15,000 wastewater treatment plants di AS memakai digesti anaerob, namun proses itu kurang efisien dan meninggalkan molekul kompleks serta padatan (biosolid) yang sering dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Pra-perlakuan yang diuji mengekspos lumpur pada suhu dan tekanan tinggi dengan penambahan sedikit oksigen; oksigen bertekanan tinggi bertindak sebagai katalis untuk memutus rantai polimer panjang. Setelah pra-perlakuan, tim memakai strain bakteri baru yang mereka temukan dan isolasi untuk meningkatkan kualitas biogas. Strain tersebut mengubah karbon dioksida dan hidrogen menjadi metana, menghasilkan gas alam terbarukan yang diukur tim sebagai 99% murni metana.
Para peneliti sudah mempatenkan strain bakteri itu dan bekerja sama dengan Office of Innovation and Entrepreneurship di WSU serta mitra industri untuk meningkatkan skala proses. Kontributor tambahan termasuk Pacific Northwest National Laboratory dan Clean-Vantage LLC. Pekerjaan ini dibiayai oleh US Department of Energy Bioenergy Technologies Office.
Kata-kata sulit
- pra-perlakuan — tindakan awal sebelum proses utama pengolahan
- digesti anaerob — penguraian bahan oleh mikroba tanpa oksigen
- biosolid — padatan organik sisa hasil pengolahan limbah
- katalis — zat yang mempercepat reaksi kimia tanpa habis
- strain — varian mikroorganisme atau bakteri tertentu
- mempatenkan — mendaftarkan penemuan untuk mendapat hak hukum
- mengonversi — mengubah satu bahan menjadi bahan lain
- padatan kering — bahan padat setelah pengeringan lumpur atau limbah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana penerapan pra-perlakuan dan strain bakteri ini dapat memengaruhi praktik pembuangan biosolid di fasilitas pengolahan setempat? Beri alasan.
- Apa tantangan utama yang mungkin dihadapi saat meningkatkan skala proses dari studi percontohan ke produksi komersial? Berikan contoh kemungkinan kendala.
- Sejauh mana pemanfaatan gas alam terbarukan dari lumpur bisa membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sebuah kota? Jelaskan dengan alasan dan contoh sederhana.
Artikel terkait
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.
Adaptasi Iklim Lokal Jadi Pusat Perencanaan di Afrika
Analisis baru mengatakan adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal harus menjadi pusat perencanaan di Afrika untuk menghadapi risiko iklim yang meningkat. Studi menyorot upaya terfragmentasi, pembiayaan tidak merata, dan perlunya keterlibatan lokal.
Pengurangan Polusi di Asia Timur Mempercepat Pemanasan Global
Studi baru menghubungkan berkurangnya polusi aerosol di Asia Timur, terutama China, dengan percepatan pemanasan permukaan global sejak sekitar 2010. Penelitian dan laporan cuaca menunjukkan dampak regional dan kebutuhan dana untuk adaptasi.
Perempuan dan Imersi Hutan oleh RADD di Kamerun
RADD mengadakan kegiatan imersi hutan untuk perempuan pada 17 November 2025 di Kamerun, bertepatan dengan COP30 di Belém, Brasil (10–21 November 2025). Kegiatan ini ingin menguatkan hubungan perempuan dengan hutan dan solusi iklim lokal.