Perubahan Iklim Mengancam Pertanian di North KivuCEFR A2
17 Mar 2026
Diadaptasi dari Laura, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Tim Mossholder, Unsplash
Perubahan iklim mengubah pola cuaca di North Kivu. Musim hujan memendek dan hujan deras kini datang tiba-tiba. Kejadian ekstrem seperti hujan es dan badai kadang merusak bibit dan tanaman.
Beberapa studi lokal mencatat meningkatnya intensitas hujan dan lebih seringnya banjir, dan menyebut urbanisasi cepat sebagai salah satu penyebab banjir. Petani sangat bergantung pada hujan untuk menanam, tetapi irigasi jarang dipakai karena kekurangan dana dan kemampuan teknis.
Para pakar mengusulkan langkah seperti perencanaan kota yang lebih baik, irigasi, diversifikasi tanaman, benih tahan iklim, agroforestri dan reforestasi. Mereka juga menyarankan sistem pengamatan cuaca untuk membantu membuat kalender tanam yang lebih andal.
Kata-kata sulit
- perubahan iklim — Perubahan jangka panjang pola cuaca di bumi
- urbanisasi — Proses orang pindah ke kota dan berkembangurbanisasi cepat
- irigasi — Penyediaan air untuk tanaman di kebun
- pakar — Orang dengan pengetahuan dan keahlian khusus
- diversifikasi — Menanam berbagai jenis tanaman berbedadiversifikasi tanaman
- agroforestri — Sistem bercocok tanam dengan pohon dan tanaman
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hujan berubah di North Kivu menurut teks?
- Langkah mana dari teks yang menurutmu paling mudah dilakukan di desa? Mengapa?
- Petani jarang pakai irigasi. Menurutmu, apa yang mereka perlukan untuk bisa memakai irigasi?
Artikel terkait
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.
Aerosol Bukan Penyebab Utama Kenaikan Panas Bumi
Sebuah studi baru menemukan perubahan polusi udara belakangan ini bukan penyebab utama dari meningkatnya ketidakseimbangan energi yang mendorong pemanasan global. Para peneliti menemukan tren aerosol berlawanan di belahan bumi yang sebagian besar saling meniadakan.
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.