Peran Pembiayaan China dalam Energi AfrikaCEFR B2
3 Nov 2025
Diadaptasi dari Vivian Wu, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Miu Chi Gigi, Unsplash
China menjadi pemberi dana utama bagi proyek energi di seluruh Afrika, mendanai pembangkit tenaga air, jalur transmisi dan proyek tenaga surya yang memperluas akses listrik ke banyak komunitas. Sebuah working paper dari Boston University, berdasarkan data 2012–2020 dari lebih dari 850 wilayah subnasional, menilai bahwa kapasitas pembangkit yang dibiayai China efektif mengurangi kemiskinan energi pada tingkat lokal.
Pada 2020 pemberi pinjaman China menanggung sekitar 12 persen dari utang eksternal Afrika. Pada 2024 Presiden Xi secara publik berjanji meningkatkan investasi dan China meluncurkan Special Fund for the China–Africa Green Industrial Chain sebesar RMB 5 billion (sekitar USD 700 juta). Dana ini menargetkan kerja sama di sepanjang rantai industri hijau, termasuk energi bersih, transportasi hijau, mineral penting, dan peningkatan hijau untuk industri tradisional. China–Africa Development Fund juga menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan-perusahaan besar China seperti CNBM, Guangxi Liugong Machinery, JD Technology, Ganfeng Lithium, dan Beijing Wenhua Online.
Para pejabat dan media China menekankan peran dagang dan ekspor produk energi baru seperti kendaraan energi baru, baterai lithium dan produk fotovoltaik yang mendukung transisi hijau. Namun banyak pihak memperingatkan risiko pinjaman yang dijamin sumber daya dan kurang transparan. Presiden African Development Bank menyerukan transparansi utang dan akuntabilitas, serta menghentikan pinjaman tertutup yang dijamin sumber daya. World Bank mencatat opasitas pinjaman semacam itu, dan International Energy Agency menunjukkan keterbatasan pendanaan publik menghambat pembiayaan energi bersih.
Investigasi media mencatat hasil yang beragam di beberapa negara: kesepakatan kobalt-dengan-infrastruktur di Democratic Republic of Congo terkait dengan pertumbuhan dan kontroversi; pinjaman yang dijamin minyak terlihat di proyek listrik di Nigeria; jalur transmisi yang dibangun China memperluas jaringan di Kenya namun menimbulkan kekhawatiran utang. Catatan lokal juga menunjukkan tagihan mahal, pemutusan pasokan, penggusuran, polusi, dan kompensasi buruk dekat proyek pertambangan Sicomines. Secara keseluruhan, pembiayaan China tampak mengurangi kemiskinan energi di banyak wilayah, tetapi para ahli memperingatkan pinjaman itu dapat meningkatkan ketergantungan, menimbulkan tantangan tata kelola, dan membuat negara rentan ketika harga komoditas jatuh atau utang sulit diatur.
Kata-kata sulit
- kemiskinan energi — kurangnya akses listrik dan layanan energi dasar
- subnasional — tingkat administrasi di bawah pemerintahan nasional
- menjamin — memberi kepastian atau garansi atas sesuatudijamin
- opasitas — kurangnya keterbukaan informasi bagi publik
- rantai industri hijau — rangkaian produksi dan pasokan untuk produk ramah lingkungan
- tata kelola — cara pengelolaan dan aturan organisasi atau pemerintahan
- ketergantungan — keadaan bergantung pada pihak lain atau sumber
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pendanaan China untuk proyek energi bisa mengurangi kemiskinan energi, dan risiko apa yang mungkin timbul dari pinjaman tersebut?
- Langkah apa yang dapat diambil pemerintah Afrika untuk mengurangi risiko utang dan memperbaiki tata kelola proyek energi yang dibiayai luar negeri?
- Bagaimana transparansi dan akuntabilitas dapat mempengaruhi hasil sosial dan lingkungan dari proyek energi besar?
Artikel terkait
Komunitas Terlibat Kelola Daerah Perlindungan Manyange Na Elombo Campo
Di pantai Atlantik Kamerun, komunitas lokal kini terlibat dalam pengelolaan Manyange Na Elombo Campo MPA. Panduan MINFOF dan piagam lokal mengatur perlindungan penyu, aturan penangkapan, patroli, serta tantangan penangkapan ikan ilegal dan pendanaan.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.
Aerosol Bukan Penyebab Utama Kenaikan Panas Bumi
Sebuah studi baru menemukan perubahan polusi udara belakangan ini bukan penyebab utama dari meningkatnya ketidakseimbangan energi yang mendorong pemanasan global. Para peneliti menemukan tren aerosol berlawanan di belahan bumi yang sebagian besar saling meniadakan.
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.