Sebuah studi baru menemukan bahwa mikroplastik dapat mengubah cara ilmuwan mengukur karbon di laut. Siklus karbon laut penting karena membantu mengeluarkan karbon dari atmosfer.
Penelitian menunjukkan mikroplastik yang menempel pada partikel organik melepaskan karbon saat dibakar. Karbon dari plastik itu terlihat sama seperti karbon dari bahan organik alami ketika alat di laboratorium mengukur sampel. Temuan ini dipublikasikan di PLOS One.
Para peneliti juga menjelaskan sumber mikroplastik, misalnya dari pakaian, kosmetik, dan peralatan sampel. Mereka menyarankan agar prosedur pengambilan dan pemrosesan sampel ditinjau untuk mencegah kontaminasi.
Kata-kata sulit
- mikroplastik — Partikel plastik kecil yang ada di lingkungan.
- siklus — Proses berulang yang terjadi secara teratur.
- partikel — Potongan kecil dari suatu bahan atau zat.
- melepaskan — Membuat sesuatu keluar atau terlepas dari tempat.
- kontaminasi — Masuknya bahan asing yang mencemari sesuatu.
- prosedur — Langkah atau cara resmi untuk melakukan pekerjaan.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting meninjau prosedur pengambilan sampel menurut artikel?
- Apakah kamu pernah melihat atau menggunakan barang yang bisa menghasilkan mikroplastik? Jelaskan singkat.
- Bagaimana menurutmu pengukuran yang salah bisa mempengaruhi pemahaman tentang karbon di laut?
Artikel terkait
Pemanasan Mengurangi Emisi Nitrogen di Beberapa Tanah Hutan
Studi lapangan menunjukkan pemanasan tidak selalu meningkatkan pelepasan nitrogen. Di lokasi yang lebih kering, pemanasan cenderung mengurangi emisi gas dari tanah, sedangkan di hutan yang lebih basah emisi justru meningkat.
GIA dan Komunitas Transgender Pakistan: dari Hak ke Keadilan Iklim
Komunitas transgender Pakistan menghadapi diskriminasi lama meski ada perubahan hukum. Organisasi Gender Interactive Alliance (GIA) bekerja memberi layanan, meluncurkan proyek daur ulang dan menghubungkan kesetaraan dengan masalah iklim sejak 2024.
Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30
Kelompok petani dan pendukung agroekologi menggelar pameran, lokakarya, sesi memasak, petisi, dan konsultasi di Negros menjelang COP30. Mereka menentang rancangan peraturan pro-GMO dan menekankan reforma agraria serta keadilan iklim.