Perubahan politik di Bangladesh setelah pemberontakan July 2024CEFR A1
7 Apr 2026
Diadaptasi dari Abhimanyu Bandyopadhyay, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Bornil Amin, Unsplash
- Ada pemberontakan pelajar di Bangladesh.
- Pemberontakan itu terjadi pada July 2024.
- Perdana menteri dicopot pada August 5, 2024.
- Banyak anggota partai pemerintah meninggalkan negara.
- Sebagian orang pergi ke India untuk suaka.
- Pemerintahan sementara melarang partai tersebut pada May 2025.
- Mantan menteri kini tinggal di Kolkata.
- Ada putusan hukum tentang kekerasan pemberontakan.
- Ada perdebatan soal angka korban kematian.
- Pemilu baru juga menimbulkan banyak kritik.
- Pemimpin partai menyatakan pemilu itu tidak adil.
- Mereka meminta ruang politik dibuka kembali.
Kata-kata sulit
- pemberontakan — aksi melawan pemerintahan atau otoritas negara
- mencopot — mengeluarkan atau memecat dari jabatandicopot
- suaka — tempat aman untuk orang yang melarikan diri
- pemerintahan — kelompok orang yang memimpin negaraPemerintahan sementara
- kekerasan — tindakan yang menyakiti orang atau merusak harta
- pemilu — pemilihan umum untuk memilih pemimpin negaraPemilu baru
- meminta — mengajukan permintaan kepada orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah ikut pemilu?
- Pernahkah kamu melihat unjuk rasa di dekat rumahmu?
- Pernahkah kamu pergi ke negara lain?
Artikel terkait
Rusia Melarang Film yang Dinilai Menentang Nilai Tradisional
Pada 1 Maret 2026, undang-undang baru di Rusia melarang distribusi film yang dianggap mencemarkan nilai-nilai tradisional. Kementerian Kebudayaan dapat menolak lisensi untuk bioskop, layanan streaming daring, dan media sosial.
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.