LingVo.club
Level
Dari Eceng Gondok ke Energi Biogas di Danau Tana — Level B2 — a small village with a mountain in the background

Dari Eceng Gondok ke Energi Biogas di Danau TanaCEFR B2

26 Jun 2025

Diadaptasi dari Solomon Yimer, SciDev CC BY 2.0

Foto oleh BDU Fellowship VLM, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
249 kata

Eceng gondok yang menyebar luas di Danau Tana mengganggu aktivitas nelayan dengan menutup permukaan, merusak jaring, dan memaksa ikan menjauh dari lokasi penangkapan tradisional. Di beberapa desa, usaha manual untuk mencabut tanaman terbukti tidak efektif karena pertumbuhannya cepat.

Tim peneliti yang dipimpin Yezbie Kassa dari Universitas Gondar bekerja sama dengan masyarakat mengumpulkan eceng gondok dan kotoran ternak lalu memasukkannya ke dalam digester biogas. Bahan organik itu mengalami pencernaan anaerob selama beberapa minggu sehingga menghasilkan biogas—terutama metana dan karbon dioksida—sedangkan sisa proses berupa lumpur hayati (bioslurry) digunakan sebagai pupuk. Kassa mencatat eceng gondok yang membusuk melepaskan zat berminyak dan cenderung menghasilkan volume biogas lebih besar, dengan konsentrasi metana yang relatif tinggi dan lebih sedikit gas berbahaya.

Pilot dipasang di hanya lima rumah tangga dan seorang relawan nelayan melaporkan perubahan nyata: gas dipakai untuk memasak dan penerangan, hasil jagung dan sayuran meningkat setelah memakai lumpur hayati, serta pengeluaran untuk pupuk kimia berkurang. Perempuan mendapat manfaat karena mengumpulkan kayu lebih sedikit dan terpapar asap lebih rendah.

Para pakar, termasuk Getachew Sime Feyissa dari Universitas Hawassa, menilai konversi tanaman invasif menjadi biogas dan produk lain dapat mengurangi kerusakan lingkungan dan menciptakan mata pencaharian. Namun mereka memperingatkan bahwa perluasan skala menghadapi hambatan: kebutuhan dukungan pemerintah, pendanaan dan kebijakan jelas, masalah keamanan di zona konflik pedesaan, kenaikan biaya konstruksi, serta kebutuhan bahan impor. Kassa mendorong subsidi dan pengorganisasian koperasi agar lebih banyak keluarga dapat mengadopsi teknologi ini.

  • Kebutuhan dukungan kebijakan dan dana
  • Masalah keamanan di zona konflik
  • Kenaikan biaya konstruksi dan kebutuhan impor

Kata-kata sulit

  • eceng gondoktanaman air yang tumbuh cepat dan menutup perairan
  • digesterwadah tertutup untuk mencerna bahan organik
    digester biogas
  • anaerobproses biologis yang berlangsung tanpa oksigen
  • lumpur hayatisisa organik dari reaktor biogas untuk dijadikan pupuk
  • metanagas yang mudah terbakar dan penyusun utama biogas
  • konversiperubahan bentuk atau kegunaan sesuatu menjadi lain
  • invasifmenyebar cepat dan merusak ekosistem asli
  • subsidibantuan uang dari pemerintah untuk mendukung biaya

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana penggunaan lumpur hayati sebagai pupuk dapat memengaruhi pengeluaran keluarga petani di daerah tersebut? Berikan alasan dari teks.
  • Apa peran subsidi dan koperasi menurut peneliti untuk mempercepat adopsi teknologi ini? Jelaskan keuntungan dan risikonya.
  • Menurut Anda, faktor keamanan di zona konflik bagaimana dapat menghambat proyek skala besar dan apa solusi praktis yang mungkin?

Artikel terkait