Sumber yang diberikan tidak memuat isi teks apa pun. Tidak terdapat paragraf, kalimat, atau elemen informasi lain seperti nama, tanggal, lokasi, kutipan, foto, maupun data numerik.
Ketiadaan materi membuat penarikan kesimpulan faktual atau pembuatan ringkasan tidak mungkin dilakukan. Tidak ada bukti yang bisa dijadikan dasar untuk menjelaskan peristiwa, menetapkan waktu, atau mengidentifikasi pelaku.
Secara singkat, sumber ini kosong dari informasi substantif. Karena tidak ada data atau keterangan, tidak tersedia bahan untuk dianalisis atau untuk membentuk narasi faktual.
- Yang hilang antara lain: nama, tanggal, tempat, peristiwa, kutipan.
- Tidak ada angka atau dokumen pendukung yang ditemukan.
- Tanpa informasi ini, tidak ada fakta yang dapat disajikan.
Kata-kata sulit
- memuat — mencakup atau menampung teks dan informasi
- ketiadaan — keadaan ketika sesuatu tidak ada
- penarikan — tindakan membuat kesimpulan dari bukti atau data
- substansif — memiliki isi atau kandungan yang penting
- bukti — informasi atau barang yang mendukung sebuah pernyataan
- mengidentifikasi — menentukan atau mengenali siapa atau apa sesuatu itu
- narasi — cerita atau penjelasan yang mengurutkan peristiwa
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana ketiadaan informasi dalam sumber ini memengaruhi kemampuan jurnalis atau peneliti menyajikan fakta? Jelaskan dengan contoh singkat.
- Dari daftar yang hilang di teks (nama, tanggal, tempat, peristiwa, kutipan, angka, dokumen pendukung), mana yang menurut Anda paling penting untuk membuat ringkasan faktual? Mengapa?
Artikel terkait
Perdagangan Satwa Liar di Nepal dan Dampaknya
Perdagangan satwa liar adalah bisnis global besar. Nepal menjadi negara asal dan jalur transit, sementara masyarakat miskin dan adat sering dihukum. Pakar menyerukan reformasi hukum, penyelidikan tingkat atas, dan dukungan mata pencaharian.
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Menyerap Karbon
Penelitian menunjukkan lapangan tenis tanah liat hijau di AS dapat menyerap karbon dioksida melalui pelapukan batu basalt. Para peneliti menganalisis banyak lapangan dan menghitung emisi dari penambangan, konstruksi, transportasi, dan pemeliharaan.