Sebuah studi yang menelaah kebun kakao di Brazil, Ghana dan Indonesia menunjukkan bahwa perubahan iklim sudah menurunkan hasil tanaman. Para peneliti melaporkan hasil bisa turun hingga 30% di daerah terpanas bila dibanding lokasi sekitar 7 derajat lebih dingin. Mereka menulis bahwa kakao tumbuh paling baik dalam rentang suhu yang sempit.
Studi itu menyoroti penyerbukan sebagai faktor penting. Meningkatkan penyerbukan secara manual dapat menaikkan hasil sekitar 20%. Teja Tscharntke, salah satu penulis, mengatakan masih belum jelas spesies serangga mana yang paling efektif untuk penyerbukan atau bagaimana meningkatkan populasi mereka.
Prantik Banerjee, peneliti lain, mengatakan penyerbukan yang tidak memadai membatasi produksi dan bahwa mengatasi masalah ini bisa meningkatkan hasil tanpa menambah lahan. Studi juga mencatat peran tutupan kanopi menengah dalam mengurangi dampak suhu yang lebih hangat.
Kakao penting bagi jutaan petani kecil dan industri cokelat global yang bernilai besar. Para peneliti meminta lebih banyak penelitian tentang penyerbukan, mitigasi iklim, dan varietas kakao yang tahan iklim, sementara ada seruan agar pemerintah mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Kata-kata sulit
- menelaah — memeriksa atau mengkaji sesuatu secara teliti
- penyerbukan — proses bunga dibuahi oleh serangga atau angin
- kanopi — lapisan daun pohon yang menutupi lahantutupan kanopi
- mitigasi — tindakan untuk mengurangi dampak negatif
- varietas — jenis tanaman yang memiliki sifat berbeda
- berkelanjutan — cara produksi yang terus berlangsung tanpa habis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda petani kecil bisa meningkatkan penyerbukan tanpa biaya besar?
- Apakah mendukung praktik pertanian berkelanjutan penting untuk ekonomi lokal? Jelaskan singkat.
- Jika iklim semakin hangat, langkah apa yang mungkin diambil untuk menjaga produksi kakao?
Artikel terkait
Adaptasi Iklim Lokal Jadi Pusat Perencanaan di Afrika
Analisis baru mengatakan adaptasi iklim yang dipimpin secara lokal harus menjadi pusat perencanaan di Afrika untuk menghadapi risiko iklim yang meningkat. Studi menyorot upaya terfragmentasi, pembiayaan tidak merata, dan perlunya keterlibatan lokal.
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.