Penelitian yang diterbitkan di Scientific Reports menggunakan survei nasional terhadap 1.009 individu di Amerika Serikat. Peneliti menanyakan kebiasaan membeli dan membuang pakaian di pasar baru dan pasar jual-beli kembali.
Hasilnya menunjukkan pembelian pakaian bekas sering berjalan bersamaan dengan pembelian pakaian baru, bukan menggantikannya. Lebih dari 69% responden pernah membeli pakaian bekas. Keterlibatan tinggi terlihat terutama pada konsumen muda dan pembeli yang sering berbelanja. Para penulis merekomendasikan kebijakan yang menyelaraskan praktik jual-beli kembali dengan tujuan keberlanjutan.
Kata-kata sulit
- survei — penelitian dengan pertanyaan kepada banyak orang
- membuang — menyingkirkan barang atau menaruhnya di tempat sampah
- keterlibatan — partisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatan
- responden — orang yang menjawab pertanyaan dalam survei
- menyelaraskan — membuat dua hal menjadi cocok atau sejalan
- keberlanjutan — prinsip menjaga sumber daya untuk masa depan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu membeli pakaian bekas? Mengapa atau mengapa tidak?
- Mengapa menurutmu pembelian pakaian bekas dan baru bisa terjadi bersamaan?
- Bagaimana menurutmu kebijakan bisa membantu tujuan keberlanjutan di pasar pakaian?
Artikel terkait
Pendingin murah kurangi bahaya panas di pabrik garmen Bangladesh
Studi yang dipimpin University of Sydney dan diterbitkan 20 Oktober menguji langkah pendinginan berbiaya rendah untuk pekerja pabrik garmen Bangladesh. Kipas, dorongan minum air, dan atap berinsulasi memperbaiki kesehatan dan produktivitas.
China dan Limbah Makanan
China menghadapi masalah besar limbah makanan karena tradisi jamuan dan naiknya konsumsi daging. Kampanye sipil dan undang-undang baru berusaha mengurangi pemborosan, sementara pemerintah menargetkan pengurangan kerugian di seluruh rantai pangan sebelum 2027.
Pembatasan Energi Terbarukan di Republik Dominika
Laporan OC menyatakan pembangkit surya di Republik Dominika sering dibatasi sehingga perusahaan energi kehilangan sekitar USD 5.17 juta pada Januari–Juni 2025. Pembatasan ini menaikkan biaya dan memperlambat transisi energi karena jaringan dan penyimpanan belum memadai.