Cerita Hujan dari Desa ke COP30CEFR A1
24 Des 2025
Diadaptasi dari Bird, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Prithivi Rajan, Unsplash
- Emily Nderitu berbicara tentang hujan di desa Afrika.
- Banyak desa di Afrika punya cerita hujan sendiri.
- Cerita ini berkaitan dengan pertanian, ternak, dan air.
- Ia hadir di konferensi COP30 di Belem, Brazil.
- Ia bekerja agar cerita tetap didengar oleh banyak orang.
- Pemutaran film dan foto membantu memulai pertemuan warga.
- Ia ingin agar pengetahuan Afrika diakui lebih luas.
- Pencerita, ilmuwan, dan pembuat kebijakan bekerja bersama di proyek.
- Cerita yang jelas membuat orang peduli dan bertindak.
- Mereka mempertanyakan cerita apa yang dibutuhkan di tempat itu.
Kata-kata sulit
- konferensi — pertemuan besar untuk membahas topik
- pemutaran — tindakan menampilkan film untuk orang
- pengetahuan — informasi dan fakta yang diketahui orang
- pencerita — orang yang menceritakan suatu cerita
- ilmuwan — orang yang bekerja dengan ilmu atau sains
- pertanian — kegiatan menanam tanaman untuk makanan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mendengar cerita tentang hujan atau desa?
- Apakah kamu pernah menonton film tentang desa atau pertanian?
- Siapa yang menurutmu harus mendengar cerita lokal?
Artikel terkait
Burung Gunung di Barat Laut Pasifik Lebih Tangguh dari Perkiraan
Perbandingan ulang situs lapangan setelah 30 tahun menunjukkan sebagian besar populasi burung di Barat Laut Pasifik stabil atau bertambah di ketinggian lebih tinggi. Beberapa spesies, seperti Canada Jay, tetap memerlukan bantuan.
Sinema Queer di Azerbaijan: Suara Baru di Tengah Tekanan
Film pendek dan dokumenter queer muncul di Azerbaijan untuk merekam kehidupan yang terhapus dan menantang diskriminasi. Para pembuat film lokal dan asing menghadapi ujaran kebencian, perdebatan publik, dan kekerasan terhadap orang LGBTQI+.
Mengapa Orang Menyukai Film Liburan yang Menghibur
Para peneliti dari Virginia Tech menjelaskan mengapa banyak penonton menonton film liburan yang hangat dan dapat ditebak. Film seperti produksi Hallmark dan judul di layanan streaming memberi pelarian, suasana liburan, dan akhir bahagia.