Cerita Hujan dari Desa ke COP30CEFR B2
24 Des 2025
Diadaptasi dari Bird, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Prithivi Rajan, Unsplash
Emily Wanja Nderitu bekerja untuk memasukkan pengetahuan lokal tentang hujan dan pertanian ke percakapan iklim global. Saat hadir di COP30 pada 2025 di Belem, Brazil, ia mengatakan lokasi itu seperti garis depan perjuangan iklim dan menekankan bahwa perhatian tidak boleh berhenti setelah acara besar selesai: "COP adalah sebuah peristiwa. Iklim bukan peristiwa."
Ia bekerja di Doc Society dan memimpin dua inisiatif utama yang menghubungkan pencerita, ilmuwan, dan pembuat kebijakan. Proyek-proyek itu mempertanyakan jenis cerita yang dibutuhkan di tempat tertentu dan bagaimana memastikan cerita itu hidup di luar layar sehingga menciptakan dampak nyata.
- Democracy Story Unit
- Climate Story Labs
Pendekatannya menonjolkan pengetahuan sehari-hari tentang cuaca, penanaman, dan pengelolaan air—pengetahuan yang sering dibicarakan komunitas sebagai hujan terlambat, tanaman, dan ternak, bukan dengan istilah "perubahan iklim." Ia memberi contoh dampak nyata: pemutaran film di Kenya memicu pertemuan umum yang mendorong revisi kebijakan air, dan sebuah proyek foto di South Africa menginspirasi program kebun sekolah. Seperti yang ia katakan, "Dampak tidak harus menjadi tren. Ia hanya harus bekerja." Nderitu mendorong diplomasi iklim yang memungkinkan cerita lokal membentuk prioritas global dan pengakuan atas pengetahuan Afrika.
Kata-kata sulit
- pengetahuan — informasi dan pengalaman komunitas setempatpengetahuan lokal
- inisiatif — program atau kegiatan yang dimulai untuk tujuan tertentuinisiatif utama
- mempertanyakan — membuat pertanyaan atau meragukan sesuatu
- pembuat kebijakan — orang atau lembaga yang menetapkan aturan publik
- diplomasi iklim — proses negosiasi internasional tentang masalah iklim
- dampak — hasil atau konsekuensi yang dapat dirasakandampak nyata
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda pengetahuan lokal tentang hujan dan pengelolaan air bisa memengaruhi kebijakan nasional atau internasional?
- Langkah apa yang bisa dilakukan agar perhatian terhadap perubahan iklim tidak berhenti setelah acara besar seperti COP?
- Apakah media dan pencerita lokal efektif menciptakan dampak nyata di komunitas Anda? Beri alasan atau contoh.
Artikel terkait
Kota Asia Atasi Kemacetan dengan Transportasi Bersih
Kemacetan di banyak kota Asia menaikkan polusi dan merugikan ekonomi. Beberapa kota, seperti New Delhi, Bangkok, Filipina, dan Jakarta, memperluas metro, menambah bus listrik, dan menerapkan kebijakan parkir untuk mengurangi lalu lintas.
Rusia Melarang Film yang Dinilai Menentang Nilai Tradisional
Pada 1 Maret 2026, undang-undang baru di Rusia melarang distribusi film yang dianggap mencemarkan nilai-nilai tradisional. Kementerian Kebudayaan dapat menolak lisensi untuk bioskop, layanan streaming daring, dan media sosial.
Pembatasan Energi Terbarukan di Republik Dominika
Laporan OC menyatakan pembangkit surya di Republik Dominika sering dibatasi sehingga perusahaan energi kehilangan sekitar USD 5.17 juta pada Januari–Juni 2025. Pembatasan ini menaikkan biaya dan memperlambat transisi energi karena jaringan dan penyimpanan belum memadai.
Savar Ditetapkan Kawasan Udara Terdegradasi karena Polusi Kiln Batu Bata
Departemen Lingkungan menetapkan Savar Upazila sebagai kawasan udara terdegradasi setelah pemantauan menemukan kualitas udara hampir tiga kali lebih buruk dari standar nasional. Aturan baru mulai September 2025 melarang sebagian pembakaran dan meminta izin untuk pabrik baru.