Hai Anis: film tentang grooming online di MalaysiaCEFR A1
10 Sep 2025
Diadaptasi dari EngageMedia, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Muhammad Faiz Zulkeflee, Unsplash
- Hai Anis adalah film oleh Azura Nasron.
- Film membahas grooming online di Malaysia.
- EngageMedia lalu Global Voices mempublikasikannya.
- Nasron berkata banyak remaja menjadi korban.
- Sekolah, keluarga, dan rumah sakit sering gagal membantu.
- Para penyintas sering dipandang enteng atau dibungkam.
- Grooming mulai dengan tindakan kecil yang tampak baik.
- Nasron ingin film relevan bagi Generasi Alpha.
- Film dipakai dalam program My Body My Rules bersama MAU.
- Pemutaran publik terjadi pada 8 Maret 2025.
- Perubahan perlu fasilitator, sumber daya, dan hukum.
Kata-kata sulit
- grooming — Manipulasi orang dewasa pada anak-anak.
- anak — Seseorang yang masih muda.anak-anak
- orang — Manusia yang hidup di dunia.orang tua
- masalah — Sesuatu yang sulit atau buruk.
- keselamatan — Keadaan aman dan terhindar dari bahaya.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa orang tua harus mengajarkan keselamatan digital?
- Apa pendapatmu tentang grooming online?
- Bagaimana cara menjaga anak-anak tetap aman di internet?
Artikel terkait
Konflik Trawler di Taman Nasional Douala-Edea
Komunitas nelayan di Mbiako, Yoyo I dan Yoyo II menghadapi serangan kapal trawl industri di Taman Nasional Douala-Edea. Metode penangkapan ilegal merusak mangrove, mengurangi ikan, dan mengancam mata pencaharian; LCMC dipasang untuk membantu pengelolaan.
Kasus Pelanggaran Lingkungan di Republik Dominika hingga September 2025
Hingga September 2025 ada 118 perkara pelanggaran Undang-Undang 64-00 di Republik Dominika. Banyak lembaga negara, termasuk SENPA dan Direktorat Inspeksi, bekerja sama untuk menyelidiki, menyita barang, dan menindak pelanggaran.
Studi: AI Tidak Membuat Menulis Lebih Mudah bagi Mahasiswa
Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan AI generatif sering menambah tuntutan kognitif saat menulis. Peneliti mengikuti mahasiswa dalam kursus tentang AI dan menulis, lalu menyimpulkan AI perlu digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, peran manusia.