AI dan foto palsu mengguncang pemilu BangladeshCEFR B2
1 Apr 2026
Diadaptasi dari Zulker Naeen, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Refat Ul Islam, Unsplash
Pemilihan nasional di Bangladesh pada February 12 diselenggarakan setelah gelombang protes mahasiswa pada July 2024 yang menggulingkan pemerintah sebelumnya. Dalam periode kampanye, penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar dan video palsu berkembang pesat dan memengaruhi wacana politik serta kepercayaan publik.
Pada December 14, 2025 sebuah foto yang beredar tampak memperlihatkan Shadik Kayem, Wakil Presiden ke-27 Dhaka University Central Students’ Union, duduk bersama pria yang diduga pelaku penembakan terhadap Osman Hadi. Osman Hadi ditembak di Dhaka pada December 11. FactWatch mengonfirmasi bahwa gambar itu palsu dan dihasilkan oleh AI. Selain itu, deepfake dan video sintetis menampilkan tokoh lain, termasuk adegan kampanye yang direkayasa untuk Tarique Rahman, gambaran Khaleda Zia sebagai seventy-six-year-old, dan klaim palsu berupa video mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendukung Hasina.
Aktor politik juga memakai foto kartu yang diedit meniru outlet tepercaya seperti Somoy TV, Channel i, Jugantor, Kaler Kantho dan Barta Bazar untuk meningkatkan kredibilitas hoaks. Sebuah studi menemukan 72 kasus manipulasi yang memperoleh momentum online; 49% membuat aktivitas fiktif penuh dan 28% mengatributkan pernyataan palsu melalui foto kartu, sementara pemeriksa fakta melaporkan twenty separate cases kutipan palsu yang diedit oleh AI. Analisis partai menunjukkan Bangladesh Nationalist Party faced forty-seven cases, Jamaat-e-Islami thirteen, and the Awami League six. Pengamat mengatakan kampanye itu memperkenalkan taktik terjadwal menjelang hari pemilihan dan eksploitasi peristiwa sensitif, namun masih belum jelas bagaimana taktik ini akan diatur atau sejauh mana demokrasi Asia Selatan lain siap menghadapi disinformasi berbasis AI serupa.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi yang membuat mesin meniru kemampuan manusiakecerdasan buatan (AI)
- deepfake — gambar atau video palsu dibuat dengan teknologi
- manipulasi — tindakan mengubah informasi untuk menyesatkan orang lain
- kredibilitas — tingkat kepercayaan publik terhadap sumber informasi
- pemeriksa fakta — orang atau organisasi yang memeriksa kebenaran klaim
- eksploitasi — pemanfaatan suatu peristiwa untuk keuntungan tertentu
- wacana politik — perbincangan publik tentang isu dan kebijakan politik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana penggunaan AI untuk membuat gambar dan video palsu dapat memengaruhi kepercayaan publik selama pemilu? Jelaskan dengan contoh dari teks.
- Langkah apa yang bisa dilakukan media dan pemeriksa fakta untuk mengurangi penyebaran hoaks AI seperti yang disebutkan dalam artikel?
- Apakah perlu aturan baru atau teknologi khusus sebelum pemilihan untuk menangani disinformasi berbasis AI? Beri alasan dan contoh singkat.
Artikel terkait
Mengapa Orang Menyukai Film Liburan yang Menghibur
Para peneliti dari Virginia Tech menjelaskan mengapa banyak penonton menonton film liburan yang hangat dan dapat ditebak. Film seperti produksi Hallmark dan judul di layanan streaming memberi pelarian, suasana liburan, dan akhir bahagia.
Mempertanyakan "Memusatkan Manusia" dalam Kecerdasan Buatan
Seniman dan penulis Xonorika Kira menolak gagasan memusatkan manusia dalam kecerdasan buatan. Mereka menyerukan pengakuan atas berbagai bentuk kecerdasan dan perubahan praktik data untuk mendukung kedaulatan budaya dan verifikasi realitas.
AI Baru Mempercepat Kekerasan Daring terhadap Perempuan di Nigeria
Kekerasan berbasis gender daring di Nigeria meningkat setelah munculnya alat AI generatif di media sosial. Laporan dan peneliti menemukan pelecehan lebih mudah dibuat, dibagikan, dan menargetkan perempuan kulit hitam Nigeria secara khusus.