Studi yang dipublikasikan di Journal of Personality mengikuti lebih dari 5.000 pasangan selama hingga enam tahun. Peneliti mengukur dua dimensi narsisisme: kekaguman narsistik (mencari pujian dan mengesankan orang) dan persaingan narsistik (merendahkan orang lain untuk merasa unggul). Penelitian dipimpin oleh Gwendolyn Seidman dari Michigan State University.
Temuan utama menunjukkan bahwa sifat persaingan narsistik secara konsisten terkait dengan kepuasan hubungan yang lebih rendah bagi kedua pasangan, sedangkan kekaguman narsistik tidak memiliki efek berarti pada kepuasan. Selain itu, laju penurunan kepuasan tidak lebih curam pada pasangan dengan skor narsisisme tinggi.
Analisis terpisah pada pasangan yang bersama satu tahun atau kurang juga tidak menemukan hubungan antara sifat narsistik dan kepuasan pada tahap awal hubungan. Para peneliti menyatakan ini menunjukkan efek jangka panjang yang lebih kompleks dari yang sering dianggap.
Kata-kata sulit
- narsisisme — kepribadian yang fokus pada diri sendiri
- dimensi — sisi atau aspek yang berbeda dari sesuatu
- kekaguman — rasa kagum dan keinginan dipuji oleh orang lain
- persaingan — usaha menang dengan merendahkan orang lain
- kepuasan — perasaan senang terhadap suatu keadaan atau hubungan
- penurunan — proses menjadi lebih kecil atau berkurang
- laju — kecepatan perubahan sesuatu dari waktu ke waktu
- jangka panjang — waktu yang berlangsung lama atau bertahan lama
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda persaingan narsistik bisa menurunkan kepuasan dalam hubungan? Jelaskan dengan dua atau tiga kalimat.
- Apakah Anda setuju bahwa kekaguman awal tidak selalu memengaruhi kepuasan jangka panjang? Mengapa atau mengapa tidak?
- Langkah apa yang bisa dilakukan pasangan untuk mengurangi dampak sifat narsistik dalam hubungan? Berikan satu atau dua saran sederhana.
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Hubungan Saat Ini Mempengaruhi Ingatan Masa Kecil
Penelitian mengikuti hampir 1.000 orang dewasa yang diwawancarai tiga kali selama dua bulan tentang pengalaman buruk sebelum usia 18. Hasil menunjukkan kualitas hubungan sekarang, terutama dengan orang tua, memengaruhi pelaporan ingatan masa kecil.