- Para peneliti di University of Zurich melakukan studi besar.
- Mereka memakai empat model bahasa besar berbeda.
- Model itu adalah OpenAI o3-mini, Deepseek Reasoner, xAI Grok 2, dan Mistral.
- Setiap model membuat lima puluh pernyataan naratif.
- Pernyataan itu untuk 24 topik kontroversial.
- Tanpa informasi sumber, model-model sepakat lebih dari 90%.
- Saat diberi tahu siapa penulis, penilaian berubah.
- Ada bias besar bila pengarang dikatakan dari Cina.
- Model umumnya percaya penulis manusia lebih daripada AI.
Kata-kata sulit
- menilai — Memberikan penilaian atau evaluasi.
- adil — Bersikap tidak memihak atau adil.
- percaya — Mempunyai keyakinan atau kepercayaan.
- bias — Kecenderungan untuk tidak adil.
- penting — Sangat diperlukan atau memiliki nilai tinggi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pendapatmu tentang penggunaan AI?
- Kenapa kita harus hati-hati dengan keputusan penting?
- Apakah kamu percaya pada AI? Kenapa?
Artikel terkait
AI Mengubah Saran Setelah Pengungkapan Autisme
Studi Virginia Tech menemukan bahwa menyebut autisme mengubah nasihat model bahasa besar dan sering mengikuti stereotip umum. Peneliti memperingatkan bias dan mendorong pengembang membuat sistem lebih transparan agar pengguna dapat mengendalikan pengaruh identitas.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
AI melawan pemasaran tembakau yang menargetkan anak muda
Di konferensi tentang pengendalian tembakau para ahli mengatakan AI bisa membantu menghentikan perusahaan tembakau yang menargetkan anak muda secara daring. Media sosial dan produk baru dianggap menarik generasi muda, dan negara miskin menanggung beban terbesar.
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.