Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi Darwinian yang telah dihapus oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi COVID-19. Mulai awal tahun ajaran, materi evolusi tidak lagi muncul di buku teks sains kelas sembilan dan sepuluh. Bab "Evolution and Heredity" untuk kelas 11 dan 12 dipangkas menjadi "Heredity" dan sebuah kotak tentang Charles Darwin dan karyanya dihapus.
Sebuah seruan terbuka yang dirilis pada 22 April dan ditandatangani ratusan ilmuwan mengkritik NCERT karena mempertahankan perubahan yang seharusnya bersifat sementara. Pernyataan itu menekankan bahwa prinsip seleksi alam tetap relevan sekarang, dan membantu menjelaskan bagaimana pandemi berlangsung serta mengapa spesies bisa punah.
T V Venkateshwaran dari Vigyan Prasar, sebuah badan di Departemen Sains dan Teknologi, mengatakan penghapusan itu memperlihatkan cara pendidikan sains ditangani. Ia berargumen topik ditambah atau dihapus tanpa rujukan riset, dan pendidikan sains harus menyampaikan konsep modern utama seperti evolusi.
Kata-kata sulit
- penghapusan — tindakan untuk menghapus atau menghilangkan sesuatu
- seleksi alam — proses evolusi yang memilih individu bertahan hidup
- pandemi — penyakit menular yang menyebar ke banyak negara
- meringankan — membuat beban atau kesulitan menjadi lebih ringan
- menekankan — menyatakan atau menunjukkan hal penting dengan jelas
- ilmuwan — orang yang bekerja atau belajar bidang ilmu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurutmu prinsip seleksi alam bisa membantu menjelaskan pandemi atau kepunahan, seperti disebut dalam teks?
- Apakah perubahan buku teks yang bersifat sementara dapat diterima? Jelaskan alasan singkatmu.
- Langkah apa yang bisa diambil sekolah atau pembuat kebijakan agar pendidikan sains menyampaikan konsep modern utama?
Artikel terkait
Azerbaijan dan Armenia Bertemu untuk Pembicaraan Damai
Pada 10 Juli, pemimpin Azerbaijan dan Armenia bertemu di Abu Dhabi untuk memulai pembicaraan bilateral tentang normalisasi hubungan. Diskusi mencakup perbatasan, koridor Zangezur, dan draf perjanjian damai, namun banyak rincian tetap dirahasiakan.