Penelitian dari University of Chicago menunjukkan bahwa komputer kuantum bisa dihubungkan pada jarak lebih jauh. Makalah oleh Asisten Profesor Tian Zhong menyebut perpanjangan teoretis jarak menjadi 2.000 km (1.243 mil).
Kemajuan itu terjadi karena waktu koherensi atom erbium naik dari 0.1 milidetik menjadi lebih dari 10 milidetik, dan dalam satu eksperimen mencapai 24 milidetik. Koherensi yang lebih panjang memungkinkan tautan lebih jauh melalui kabel serat optik.
Tim menggunakan epitaksi berkas molekuler (MBE) untuk membuat kristal, bukan metode Czochralski. Langkah berikutnya adalah menguji konektivitas dengan menghubungkan dua qubit melalui 1.000 kilometer kabel dan menyiapkan kulkas tambahan.
Kata-kata sulit
- koherensi — kemampuan fase gelombang tetap selama waktu
- milidetik — satuan waktu sama dengan satu per seribu detik
- epitaksi berkas molekuler — cara menumbuhkan lapisan kristal tipisMBE
- qubit — unit informasi dalam komputer kuantum
- konektivitas — kemampuan perangkat saling terhubung pada jarak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Sebutkan satu langkah berikutnya yang disebutkan dalam teks.
- Apakah menurut Anda waktu koherensi yang lebih panjang penting untuk konektivitas jarak jauh? Jelaskan singkat.
- Mengapa tim tidak menggunakan metode Czochralski menurut teks? Jawab singkat.
Artikel terkait
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.
Alat AI OSIA untuk Bimbingan Sekolah Menengah di Kamerun
OSIA adalah platform kecerdasan buatan yang dibuat oleh Frédéric Ngaba untuk membantu siswa sekolah menengah di Kamerun memilih jalur akademik dan karier. Platform ini menawarkan tutor virtual dalam 20 bahasa dan bank lebih dari 400 tes.