Penelitian yang dipimpin Associate Professor Samer El-Kadi meneliti bagaimana jenis lemak dalam susu formula memengaruhi hati yang sedang berkembang. Penelitian ini menggunakan anak babi baru lahir sebagai model karena pencernaan dan metabolisme lemaknya mirip dengan bayi manusia.
Dalam eksperimen, dua formula sama jumlah kalori dan proteinnya, tetapi berbeda dalam profil lemak: satu kaya asam lemak rantai sedang (dari minyak kelapa) dan satu lagi kaya asam lemak rantai panjang (dari lemak hewani, menyerupai susu induk babi). Hewan yang diberi lemak rantai sedang menumpuk lemak hati lebih cepat; tanda awal penumpukan tampak dalam tujuh hari, dan sekitar dua minggu kondisi berkembang dari steatosis sederhana menjadi bentuk yang lebih parah dan meradang.
Yang mengejutkan, pada hati yang sedang berkembang penumpukan terjadi meski jalur pembakaran lemak juga aktif. Tim mengamati aktivasi jalur pembentukan lemak dan jalur pembakaran lemak; respons adaptif ini ternyata tidak cukup untuk mencegah akumulasi lemak. Temuan ini berbeda dari pola yang sering dilaporkan pada orang dewasa, di mana penumpukan biasanya terkait dengan penurunan pembakaran lemak.
Penelitian menyoroti bahwa susu formula umumnya menggunakan campuran minyak nabati untuk meniru ASI, dan bahwa penyakit hati steatotik kini semakin sering didiagnosis pada anak-anak serta telah ditemukan pada beberapa bayi. El-Kadi menekankan bahwa hasil ini bukan ajakan untuk menghindari formula; ia menyebut ASI sebagai "the gold standard" dan mengatakan formula tetap alternatif penting ketika menyusui tidak memungkinkan. Tim akan melanjutkan studi untuk menentukan apakah berbagai asam lemak rantai sedang berbeda efeknya dan dalam jumlah berapa.
Kata-kata sulit
- metabolisme — proses kimia tubuh mengolah zat menjadi energi
- asam lemak — molekul lemak yang terdapat dalam makanan dan tubuh
- penumpukan — kondisi terkumpulnya zat di satu bagian tubuh
- steatosis — penyakit akibat penumpukan lemak di hati
- aktivasi — proses membuat suatu jalur atau reaksi menjadi aktif
- pembakaran lemak — proses tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi
- minyak nabati — minyak yang berasal dari tumbuhan untuk konsumsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa memengaruhi pilihan orangtua tentang penggunaan formula? Jelaskan alasan Anda.
- Apa kelebihan dan keterbatasan memakai anak babi baru lahir sebagai model untuk bayi manusia dalam studi ini?
- Aspek apa yang menurut Anda paling penting diteliti lebih lanjut tentang efek asam lemak rantai sedang pada bayi?
Artikel terkait
Penelitian: Dampak Kesehatan Revolusi Industri Tidak Merata di Inggris
Studi bioarkeologi menemukan paparan logam berat selama Revolusi Industri berbeda antar komunitas dan kelompok sosial. Perempuan di kota industri menunjukkan konsentrasi arsenik dan barium lebih tinggi, hasil yang relevan untuk kebijakan perlindungan.
Tikus CC023 dan kemungkinan hubungan antara infeksi virus dan ALS
Peneliti menemukan bahwa tikus strain CC023 merespons infeksi virus dengan cara yang mirip penyakit ALS pada manusia. Model tikus ini mungkin membantu menemukan penanda awal dan mendukung pengembangan pengobatan untuk ALS sporadis.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Asap Rokok Mempercepat Penuaan Mata dan Terkait AMD
Penelitian baru menjelaskan bahwa asap rokok mempercepat penuaan sel mata dan berkontribusi pada degenerasi makula terkait usia (AMD). Studi ini menggunakan percobaan pada tikus dan tes sel mata manusia untuk menemukan perubahan genetik dan epigenetik.