Penelitian ini memakai anak babi baru lahir untuk melihat efek lemak pada hati. Model hewan ini dipilih karena pencernaan dan metabolisme lemaknya mirip bayi manusia.
Tim memberi dua formula yang sama jumlah kalorinya dan proteinnya, tetapi berbeda jenis lemak. Satu formula kaya asam lemak rantai sedang dari minyak kelapa; formula lain kaya asam lemak rantai panjang dari lemak hewani mirip susu induk babi.
Kelompok yang mendapat lemak rantai sedang menumpuk lemak di hati lebih cepat; perubahan terlihat dalam tujuh hari dan memburuk sekitar dua minggu. Para peneliti melihat aktivasi jalur pembentukan dan pembakaran lemak, tetapi respons itu tidak mencegah penumpukan. Mereka melanjutkan penelitian untuk mempelajari efek asam lemak berbeda.
Kata-kata sulit
- pencernaan — proses tubuh memecah makanan menjadi bagian kecil
- metabolisme — cara tubuh mengubah makanan jadi energi
- asam lemak — bagian molekul lemak yang ada dalam makanan
- menumpuk — mengumpulkan atau menyimpan sesuatu secara bertahap
- aktivasi — proses mengaktifkan sesuatu agar bekerja
- mencegah — menghentikan sesuatu agar tidak terjadi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut teks, jenis lemak mana yang menyebabkan penumpukan lemak di hati lebih cepat?
- Apakah Anda atau keluarga pernah mengganti jenis lemak di makanan? Ceritakan singkat hasilnya.
- Bagaimana peneliti bisa melanjutkan studi untuk mempelajari efek asam lemak berbeda?
Artikel terkait
Rambut sebagai catatan paparan bahan kimia
Penelitian dari University of Texas at Austin menunjukkan rambut dapat merekam paparan bahan kimia selama hari, minggu, dan bulan. Metode pemanasan helai rambut dan spektrometer massa membantu merekonstruksi garis waktu paparan yang darah atau urin tidak tangkap.
Beras Joha dari India Menunjukkan Potensi Melawan Diabetes
Penelitian di India menemukan bahwa beras harum tradisional Joha dapat menurunkan kadar gula dan melindungi jantung pada uji laboratorium dan percobaan pada tikus. Para peneliti mendorong promosi dan kebijakan untuk mendukung penanaman Joha.