- Peneliti memberi susu formula pada hewan muda untuk percobaan.
- Dua jenis formula berbeda hanya pada jenis lemak.
- Satu formula kaya lemak rantai sedang dari minyak kelapa.
- Formula lain kaya lemak rantai panjang mirip susu induk.
- Hewan yang mendapat lemak rantai sedang menumpuk lemak hati.
- Penumpukan lemak hati terjadi cepat dalam beberapa hari awal.
- Kondisi hati kemudian bisa menjadi lebih parah dan meradang.
- Tim peneliti akan terus mempelajari efek lemak pada hati.
Kata-kata sulit
- formula — makanan cair khusus untuk bayi
- rantai — urutan atom dalam molekul lemakrantai sedang, rantai panjang
- menumpuk — berkumpul banyak di satu tempat
- hati — organ dalam tubuh untuk menyaring racun
- meradang — mendapat peradangan, menjadi sakit dan merah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah minum susu formula?
- Apakah kamu khawatir jika makanan bisa merusak hati?
Artikel terkait
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.