Kecerdasan Buatan di Perbatasan AS dan DiskriminasiCEFR A2
25 Apr 2026
Diadaptasi dari UntoldMag, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Mathias Reding, Unsplash
Tulisan pertama dipublikasikan oleh UntoldMag pada 25 November 2025 dan kemudian dipublikasikan ulang di Global Voices pada April 2026 sebagai bagian dari seri tentang AI.
Kecerdasan buatan kini digunakan dalam penegakan perbatasan dan sistem imigrasi di Amerika Serikat. Kelompok hak menilai alat ini dapat memperdalam diskriminasi rasial. Pada 2023, organisasi hak mengajukan laporan kepada Pelapor Khusus PBB tentang rasisme.
Contoh masalah termasuk menara pengawas otonom dan pesawat tanpa awak kecil (sUAS) yang memantau orang, serta aplikasi seperti CBP One yang sering gagal mengenali wajah berkulit gelap dan kurang menyediakan terjemahan.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — program atau sistem yang bisa belajar sendiri
- penegakan perbatasan — kegiatan menjaga batas negara dan aturan
- diskriminasi — perlakuan tidak adil terhadap kelompok orang
- otonom — bisa berfungsi sendiri tanpa kendali langsung
- pesawat tanpa awak — pesawat yang terbang tanpa pilot di dalamnya
- mengenali — mengetahui atau membedakan seseorang atau sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaanmu jika sistem otomatis salah mengenali seseorang? Jelaskan satu kalimat.
- Pengalaman apa yang kamu atau orang lain pernah punya tentang kesulitan terjemahan aplikasi? Ceritakan singkat.
- Apa yang menurutmu bisa diperbaiki pada alat atau aplikasi yang disebutkan di teks? Beri satu saran.
Artikel terkait
Aplikasi dan pesan teks bantu kesehatan mental mahasiswa
Penelitian besar menemukan aplikasi ponsel ditambah pendampingan lewat pesan teks mengurangi depresi, kecemasan, dan gangguan makan pada mahasiswa. Lebih dari 6.200 mahasiswa ikut serta dan hasil dipublikasikan di Nature Human Behavior.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Instrumen dari Kartrid Vape untuk Kurangi Sampah Elektronik
Tim dari NYU mengubah kartrid vape yang dibuang menjadi sintesizer sederhana. Proyek ini menampilkan penggunaan kembali komponen seperti sensor, baterai, dan ujung mulut untuk mengurangi sampah elektronik dan mendorong kreativitas.