Penelitian yang dilakukan oleh Mariana Tamari bersama Joana Varon di Coding Rights untuk Tramas Project—bagian dari Coalizão Feminista Decolonial pela Justiça Digital e Ambiental—menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan, otomatisasi, dan alat digital merekonstruksi penggunaan lahan di Brasil. Studi itu menunjukkan bahwa model agribisnis modern menyatukan Big Tech, Big Agro, dan modal finansial untuk membangun bentuk pertanian yang sangat terdigitalisasi.
Model ini dipasarkan sebagai "pertanian presisi" dan menggabungkan sensor, pemantauan jarak jauh, armada otomatis, serta AI prediktif untuk pengambilan keputusan. Narasi industri menekankan kontrol, efisiensi, dan kelimpahan, tetapi dalam praktiknya teknologi tersebut menggusur penduduk lokal, mengurangi keanekaragaman pertanian, dan menyingkirkan pengetahuan tradisional. Di perbatasan Matopiba, peneliti mencatat pengusiran berskala dengan kekerasan; kasus Gleba Tauá di utara Tocantins menggambarkan keluarga yang lama menempati lahan mendapat tekanan dari penjarah tanah yang memakai teknologi baru.
Pendaftaran Lingkungan Pedesaan (CAR) membantu menginstitusionalisasikan penguasaan lahan secara digital, sementara pendaftaran yang tidak teratur dapat menutupi okupasi historis dan menciptakan "Brasil Fiktif" ketika catatan algoritmik mengubah tanah publik menjadi aset pasar. Ketika basis data tidak cukup, drone digunakan untuk mengintimidasi atau menyemprotkan agro-kimia pada pertanian kecil sehingga memaksa warga pergi.
Para peneliti menyerukan penolakan terhadap gagasan netralitas teknologi dan menuntut transparansi serta tata kelola AI yang terdesentralisasi. Mereka menekankan bahwa infrastruktur teknologi publik harus mendukung partisipasi kolektif dan melindungi territorialitas sosial. Selain itu, studi meminta pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar dan agribisnis besar serta penghargaan terhadap praktik regeneratif, agroekologis, dan leluhur yang menopang keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan.
- Menolak netralitas teknologi dan menuntut transparansi
- Tata kelola AI yang terdesentralisasi dan partisipatif
- Infrastruktur publik untuk melindungi wilayah sosial
- Pengawasan perusahaan besar dan dukungan praktik regeneratif
Kata-kata sulit
- otomatisasi — proses mengganti kerja manusia dengan mesin
- algoritmik — berkaitan dengan aturan yang dijalankan komputer
- pertanian presisi — cara bertani memakai data dan teknologi tepat
- keanekaragaman — variasi jenis tumbuhan dan hewan di tempatkeanekaragaman pertanian
- pengusiran — aksi memaksa orang meninggalkan tempat tinggal
- tata kelola — cara mengatur dan mengendalikan suatu sistem
- transparansi — keterbukaan informasi sehingga mudah diperiksa
- agroekologis — prinsip pertanian yang mendukung ekosistem lokal
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana penggunaan teknologi digital bisa mengubah hak atas tanah di wilayah pedesaan?
- Apa dampak pengusiran dan pengurangan keanekaragaman terhadap ketahanan pangan lokal?
- Langkah apa yang bisa diambil untuk memastikan tata kelola AI mendukung partisipasi komunitas lokal?
Artikel terkait
AI dan risiko bagi komunitas LGBTQ+
Kecerdasan buatan semakin hadir, tetapi data dan desain model dapat menghasilkan bias terhadap orang LGBTQ+. Advokat meminta perlindungan lebih kuat, kerja sama dengan pengembang, dan larangan pada sistem yang mendeteksi atau mengklasifikasi gender.