LingVo.club
📖+40 XP
🎧+25 XP
+45 XP
Perspektif manusia terhadap AI — Level B2 — a sticker on the side of a wall

Perspektif manusia terhadap AICEFR B2

21 Apr 2026

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
297 kata

Tulisan ini didasarkan pada kontribusi untuk seri "Jangan tanya AI, tanya rekan," sebuah kolaborasi Global Voices, Association for Progressive Communication, dan GenderIT. Bagian lain dari Spotlight Global Voices April 2026, berjudul "Perspektif manusia terhadap AI," adalah karya Hija Kamran (kata ganti: she/her). Kamran mengekspresikan kehati-hatian terhadap teknologi baru dan menggambarkan dirinya sering menjadi pengguna yang terlambat mengadopsi inovasi.

Ia berargumen perusahaan teknologi berulang kali menunjukkan bahwa prioritas utama mereka adalah model bisnis, bukan orang. Kamran mengutip pernyataan terkenal, "Senator, kami menayangkan iklan," dan menceritakan pengalaman saat perwakilan perusahaan menjawab pertanyaan tentang konten berbahaya dengan, "Saya mendorong orang membaca ketentuan layanan kami." Menurutnya, respons seperti itu mengungkapkan kurangnya transparansi dan pertanggungjawaban yang bermakna.

Artikel menegaskan bahwa teknologi tidak netral: sistem dibuat oleh aktor dengan pandangan tertentu, dan data pelatihan yang diambil dari internet serta catatan publik mencerminkan sejarah pengecualian, rasisme, seksisme, dan ketidaksetaraan ekonomi. Saat AI belajar dari data ini, ia dapat mengenkode dan memperkuat bahaya yang sudah ada sambil menampilkan output seolah netral. Insentif korporat—motif keuntungan, pemegang saham, dan target pertumbuhan—membentuk masalah yang diprioritaskan, seberapa cepat produk diluncurkan, dan siapa yang tanah, pengetahuan, atau kehidupannya terdampak; Kamran menyebut mereka sebagai "kerusakan kolateral."

Ia juga menyoroti risiko dehumanisasi: dalam konteks termiliterisasi, orang bisa direduksi menjadi titik data dan diperlakukan sebagai sasaran. Sistem AI menghasilkan keluaran berdasarkan probabilitas dan tidak memahami konteks, sejarah, atau tanggung jawab; AI dapat meniru pola manusia tetapi tidak bisa menjadi manusia, merasakan kepedulian, atau memelihara hubungan. Kamran menyerukan pendekatan hak asasi manusia yang menggeser pertanggungjawaban kepada mereka yang berkuasa, skeptisisme sejak awal dalam pengembangan dan komersialisasi teknologi, serta pertanyaan berkelanjutan tentang siapa yang membangun sistem, bagaimana cara kerjanya, dan siapa yang mendapat manfaat.

  • Siapa yang membangun sistem ini?
  • Bagaimana cara kerja sistem tersebut?
  • Siapa yang mendapat manfaat dari teknologi ini?

Kata-kata sulit

  • kehati-hatiansikap waspada sebelum menerima sesuatu baru
  • model bisniscara perusahaan menghasilkan uang dari produk atau layanan
  • transparansiketerbukaan tentang keputusan dan informasi penting
  • pertanggungjawabankeharusan menjelaskan dan menerima konsekuensi tindakan
  • mengkodemengubah informasi menjadi bentuk tertentu
    mengenkode
  • insentifmotivasi atau dorongan untuk mencapai tujuan tertentu
    Insentif korporat
  • dehumanisasiproses mengurangi nilai kemanusiaan seseorang
  • kerusakan kolateralefek buruk tidak sengaja pada pihak lain

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda model bisnis perusahaan teknologi dapat mempengaruhi siapa yang mendapat manfaat atau dirugikan oleh AI?
  • Langkah apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengembangan dan komersialisasi AI?
  • Sebutkan contoh data atau praktik sejarah yang mungkin membuat sistem AI bias; bagaimana sebaiknya hal itu diatasi?

Artikel terkait