Studi ini membandingkan 500 mahasiswa sarjana dan salah satu orang tua mereka, membentuk 500 pasangan dan 1.000 peserta secara total. Mahasiswa terdaftar di satu universitas negeri besar di Midwest dan diidentifikasi sebagai berasal dari pedesaan berdasarkan kode pos saat pendaftaran. Para peserta mengisi survei mengenai keberagaman jaringan pribadi, penggunaan media sosial, dan toleransi sosial. Peneliti menggunakan metode jaringan egosentris yang menitikberatkan pada hubungan sosial individu dan hubungan antar orang dalam jaringan mereka.
Secara keseluruhan, berkuliah berkaitan dengan memiliki lebih banyak kenalan yang beragam dan dengan tingkat toleransi sosial yang lebih tinggi. Penggunaan media sosial pada umumnya terkait dengan jaringan yang lebih luas dan lebih beragam serta dengan penerimaan yang lebih besar terhadap orang yang berbeda. Media sosial juga mempermudah pemeliharaan hubungan lama meski berjauhan.
Namun hubungan menjadi lebih kompleks ketika mahasiswa dan orang tua menggunakan platform yang sama. Mahasiswa yang sudah lama di universitas dan berbagi platform dengan orang tua cenderung memiliki jaringan kurang beragam dan toleransi lebih rendah. Sebaliknya, orang tua yang berbagi platform dengan anaknya memiliki jaringan ras dan etnis yang lebih beragam dan toleransi yang lebih tinggi; orang tua yang tidak berbagi platform cenderung melihat jaringan mereka menjadi kurang beragam dari waktu ke waktu. Para peneliti mencatat bahwa dampak jangka panjang belum jelas.
Kata-kata sulit
- jaringan — kumpulan hubungan sosial antara beberapa orangjaringan pribadi
- keberagaman — keadaan ada banyak jenis atau perbedaankeberagaman jaringan pribadi
- toleransi sosial — sikap menerima orang dengan latar berbeda
- egosentris — berpusat pada pengalaman atau hubungan seseorang sendiri
- platform — layar atau aplikasi tempat orang berinteraksi daring
- mempermudah — membuat sesuatu menjadi lebih mudah dilakukan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pengalamanmu: apakah media sosial membantu kamu menjaga hubungan lama? Beri contoh singkat.
- Jika anggota keluargamu memakai platform yang sama, apakah menurutmu itu memengaruhi keberagaman jaringan mereka? Jelaskan mengapa.
- Teks menyebutkan bahwa dampak jangka panjang belum jelas. Menurutmu, apa dua kemungkinan dampak jangka panjang berbagi platform antar generasi?
Artikel terkait
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.
Media Sosial: Manfaat dan Risiko Informasi
Media sosial memberi dukungan dan informasi, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian, kebohongan, dan bahaya nyata. Perubahan kebijakan dan teknologi—termasuk keputusan Meta Januari 2025 dan AI generatif—memperbesar manfaat sekaligus risiko.