Ana María Cetto, fisikawan Meksiko dan profesor penelitian, lama berkampanye untuk sains terbuka. Bulan lalu ia ditunjuk sebagai ketua Komite Pengarah Sains Terbuka UNESCO. Ia menjelaskan bahwa sains menghadapi proses privatisasi ketika perusahaan penerbit mengenakan biaya untuk menerbitkan dan untuk mengakses artikel.
Menurut Cetto, model biaya itu membatasi akses ke pengetahuan dan memusatkan manfaat pada beberapa negara yang kuat. Tren bayar-untuk-menerbitkan dan biaya akses memperlebar kesenjangan antara ekonomi sains kaya dan negara lain. Sebagai tanggapan, ia mendorong platform regional dan kebijakan yang menjaga pengetahuan ilmiah sebagai barang publik.
Ia memimpin Latindex, yang menyediakan lebih dari 26,000 jurnal gratis dan dimulai pada 1996 untuk mendukung akses terbuka dan publikasi berbahasa Spanyol dan Portugis. Inisiatif lain seperti CLACSO, Redalyc, dan Scielo membantu menyebarkan akses terbuka dan membangun sistem untuk sains terbuka. Cetto juga menekankan perlunya memasukkan sistem pengetahuan lain dan berkomunikasi dengan masyarakat untuk mewujudkan sains terbuka yang sejati.
Kata-kata sulit
- privatisasi — proses perubahan kepemilikan menjadi swasta
- penerbit — perusahaan yang menerbitkan jurnal atau bukuperusahaan penerbit
- bayar-untuk-menerbitkan — sistem biaya untuk menerbitkan artikel ilmiah
- akses terbuka — akses gratis untuk membaca hasil penelitian
- kesenjangan — perbedaan besar antara kelompok atau negara
- barang publik — sesuatu yang bisa dinikmati semua orang
- memasukkan — mencantumkan atau menambah sesuatu ke sistem
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda pengetahuan ilmiah sebaiknya dianggap sebagai barang publik? Mengapa?
- Bagaimana platform regional seperti Latindex dapat membantu peneliti di negara dengan sumber daya lebih sedikit?
- Langkah apa yang bisa dilakukan penerbit atau universitas untuk mengurangi kesenjangan akses menurut isi artikel?
Artikel terkait
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.