- Dua studi baru meneliti siswa EL.
- Praktik mengelompokkan EL sering di sekolah K-12.
- Satu studi di New York City.
- Mereka menganalisis 31,303 EL kelas sembilan.
- Hasil lihat kelulusan dan pendaftaran perguruan tinggi.
- Konsentrasi EL tinggi berhubungan dengan kelulusan lebih rendah.
- Studi sekolah dasar bandingkan kelompok homogen dan campuran.
- Kelompok heterogen lebih banyak diskusi kelas.
- Kelompok homogen memberi pengajaran bahasa lebih terarah.
- Kesimpulan: jangan jadikan pengelompokan praktik biasa.
Kata-kata sulit
- siswa — Orang yang belajar di sekolah.siswa khusus
- kelompok — Sekumpulan orang bersama.
- budaya — Cara hidup dan kebiasaan suatu kelompok.Budaya di sekolah
- belajar — Proses memperoleh pengetahuan.belajar bersama
- penelitian — Penyelidikan untuk mendapatkan informasi.Penelitian menunjukkan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk belajar dalam kelompok?
- Bagaimana cara belajar yang kamu sukai?
- Apa yang kamu pikirkan tentang belajar bahasa Inggris?
Artikel terkait
Peralihan Cepat ke Pembelajaran Daring dan Dampaknya pada Mahasiswa China
Studi tentang peralihan mendadak ke pembelajaran daring selama lockdown COVID-19 2020 di China membandingkan nilai mahasiswa sebelum dan selama lockdown. Hasil: nilai matematika naik, mata diskusi kurang untung, dan kebijakan lockdown memengaruhi hasil belajar.
Narsisisme dan Kepuasan dalam Hubungan Romantis
Penelitian longitudinal mengikuti lebih dari 5.000 pasangan hingga enam tahun. Hasil menunjukkan persaingan narsistik terkait kepuasan hubungan lebih rendah, sementara kekaguman narsistik tidak berpengaruh signifikan pada kepuasan pasangan.
Pendidik Minta Evolusi Dikembalikan ke Buku Teks di India
Pendidik sains di India meminta pemerintah mengembalikan materi evolusi yang dihapus dari buku pelajaran. Penghapusan dilakukan oleh NCERT untuk meringankan beban belajar setelah pandemi, dan ratusan ilmuwan menolak keputusan itu.
Mengapa Orang Membagikan Berita Palsu di Media Sosial
Sebuah studi menemukan orang sering membagikan berita palsu karena konten itu terasa emosional atau relevan, bukan hanya karena benar. Peneliti mengembangkan Model COP dan menganalisis cuitan COVID-19 untuk melihat pengaruh nada dan relevansi.