LingVo.club
📖+10 XP
🎧+10 XP
+15 XP
Pengaruh Pengelompokan Siswa Pembelajar Bahasa Inggris (Level A1) — Graduates in red robes pose for a photo outdoors

Pengaruh Pengelompokan Siswa Pembelajar Bahasa InggrisCEFR A1

24 Nov 2025

Diadaptasi dari Jade McClain-NYU, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Vitaly Gariev, Unsplash

Level A1 – Pemula
2 mnt
68 kata
  • Dua studi baru meneliti siswa EL.
  • Praktik mengelompokkan EL sering di sekolah K-12.
  • Satu studi di New York City.
  • Mereka menganalisis 31,303 EL kelas sembilan.
  • Hasil lihat kelulusan dan pendaftaran perguruan tinggi.
  • Konsentrasi EL tinggi berhubungan dengan kelulusan lebih rendah.
  • Studi sekolah dasar bandingkan kelompok homogen dan campuran.
  • Kelompok heterogen lebih banyak diskusi kelas.
  • Kelompok homogen memberi pengajaran bahasa lebih terarah.
  • Kesimpulan: jangan jadikan pengelompokan praktik biasa.

Kata-kata sulit

  • siswaOrang yang belajar di sekolah.
    siswa khusus
  • kelompokSekumpulan orang bersama.
  • budayaCara hidup dan kebiasaan suatu kelompok.
    Budaya di sekolah
  • belajarProses memperoleh pengetahuan.
    belajar bersama
  • penelitianPenyelidikan untuk mendapatkan informasi.
    Penelitian menunjukkan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa penting untuk belajar dalam kelompok?
  • Bagaimana cara belajar yang kamu sukai?
  • Apa yang kamu pikirkan tentang belajar bahasa Inggris?

Artikel terkait

Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang (Level A1)
28 Nov 2025

Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang

Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.

Krisis Pendidikan di Madagascar (Level A1)
28 Okt 2025

Krisis Pendidikan di Madagascar

Sistem pendidikan di Madagascar melemah selama 20 tahun dan kini menghambat pembangunan. Masalah ada dari sekolah dasar sampai universitas: guru tidak berkualifikasi, fasilitas rusak, pengangguran pemuda, dan korupsi.