Media Sosial: Manfaat dan Risiko InformasiCEFR A1
10 Nov 2025
Diadaptasi dari Safa, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Mariia Shalabaieva, Unsplash
- Media sosial membantu orang menemukan informasi.
- Platform juga memberi dukungan komunitas.
- Tetapi media sosial menyebarkan ujaran kebencian.
- Media sosial bisa menyebarkan kebohongan juga.
- Meta mengumumkan perubahan pada Januari 2025.
- International Fact-Checking Network menyebutnya "langkah mundur".
- Algoritme menentukan apa yang dilihat orang.
- AI membuat gambar dan suara yang nyata.
Kata-kata sulit
- media — Alat untuk berkomunikasi dan berbagi informasi.
- sosial — Terkait dengan masyarakat dan interaksi manusia.
- masalah — Situasi atau hal yang sulit diatasi.
- kata-kata kebencian — Ucapan atau tulisan yang merugikan orang lain.
- misinformasi — Informasi yang salah atau tidak akurat.
- berita — Informasi terbaru tentang suatu kejadian.
- informasi — Data atau fakta yang diberikan kepada orang lain.
- berhati-hati — Melakukan sesuatu dengan penuh perhatian.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk berhati-hati dengan informasi?
- Bagaimana menurutmu tentang penggunaan media sosial?
- Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan kebencian di media?
Artikel terkait
AI untuk memperbaiki data penyebab kematian
Para peneliti meluncurkan proyek CODA, alat AI tiga tahun yang didanai Gates Foundation untuk memperbaiki data penyebab kematian di negara berpenghasilan rendah. Alat ini dipakai di komunitas dan fasilitas, dan memberi tingkat keyakinan pada rekomendasi.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.