Membaca untuk kesenangan menurun di Amerika Serikat, terutama pada anak sekolah menengah pertama dan menengah atas. Laporan National Center for Education Statistics menyatakan bahwa pada 2023 hanya 14% anak usia 13 tahun membaca hampir setiap hari, turun dari 27% pada 2012.
Orang dewasa juga membaca lebih sedikit: data National Endowment for the Arts menunjukkan 48,5% orang dewasa membaca setidaknya satu buku untuk kesenangan pada 2022, dibandingkan sekitar 53% pada 2017. Peneliti dari University of Miami mengatakan media sosial, permainan, dan keterbatasan akses buku yang relevan mengurangi minat membaca. Mereka menyarankan memberi pilihan bacaan, dukungan multimedia, dan peran orang tua untuk meningkatkan kebiasaan membaca.
Kata-kata sulit
- kesenangan — perasaan senang saat melakukan sesuatu
- menurun — jadi lebih sedikit atau turun jumlahnya
- keterbatasan — keadaan ada batas atau tidak cukup
- akses — kesempatan untuk mendapatkan sesuatu itu
- mengurangi — membuat sesuatu jadi lebih sedikit
- dukungan — bantuan atau sokongan untuk tujuan tertentu
- kebiasaan — perilaku yang dilakukan secara teratur
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka membaca untuk kesenangan? Mengapa atau mengapa tidak?
- Menurutmu, apakah media sosial membuat orang membaca lebih sedikit? Jelaskan singkat.
- Apa yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk membantu anak membaca lebih sering?
Artikel terkait
Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon Rumah
Ahli dari Virginia Tech menjelaskan kapan anak mungkin siap punya ponsel dan mengapa beberapa keluarga kembali memakai telepon rumah. Mereka menekankan manfaat batasan, risiko layar berlebih, dan pentingnya pembicaraan terbuka tentang teknologi.
Pemimpin Sains Terbuka Dorong Akses Ilmiah yang Adil
Ana María Cetto, seorang fisikawan Meksiko, ditunjuk sebagai ketua komite Sains Terbuka UNESCO dan memperingatkan privatisasi ilmu pengetahuan. Ia mendukung platform regional seperti Latindex serta kebijakan untuk menjaga pengetahuan sebagai barang publik.