- Para peneliti memperingatkan tentang obat sehari-hari dan imunoterapi kanker.
- Obat yang biasa dipakai dapat mengubah hasil pengobatan kanker.
- Imunoterapi memakai sistem kekebalan pasien untuk melawan sel kanker.
- Beberapa obat tampak membuat imunoterapi kurang efektif pada pasien.
- Obat lain dilaporkan bisa meningkatkan respons terhadap imunoterapi pasien.
- Para peneliti menelaah banyak studi tentang pengaruh obat sehari-hari.
- Mereka minta catat semua obat, termasuk obat bebas pasien.
- Pasien dan dokter perlu berdiskusi soal obat yang dipakai.
Kata-kata sulit
- imunoterapi — pengobatan yang pakai sistem kekebalan tubuh
- kekebalan — kemampuan tubuh melawan penyakit dan kuman
- menelaah — memeriksa atau membaca studi dan data
- efektif — memberi hasil yang diharapkan atau berhasil
- respons — reaksi tubuh terhadap pengobatan atau penyakit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah berdiskusi dengan dokter tentang obat?
- Apakah Anda memakai satu obat setiap hari?
- Apakah Anda tahu arti sistem kekebalan tubuh?
Artikel terkait
Studi: Glukometer Murah Bisa Deteksi Hipoglikemia Neonatal
Sebuah studi yang dipimpin Rice360 menguji 11 glukometer portabel untuk melihat apakah alat murah yang biasa dipakai dewasa bisa mengukur gula darah bayi baru lahir dengan benar. Hasil menunjukkan beberapa alat murah andal, sementara yang lain tidak.
AS Perkenalkan Strategi Kesehatan Global 'America First'
Pada 18 September pemerintah AS meluncurkan Strategi Kesehatan Global "America First". Strategi ini menekankan keamanan, kemakmuran, dan pengaruh Amerika serta mengubah syarat pendanaan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.