Penelitian yang dipublikasikan di JNeurosci melaporkan bahwa tata bahasa pada penutur dwibahasa diimplementasikan oleh satu sistem saraf bersama, bukan oleh sistem terpisah untuk tiap bahasa. Studi ini dipimpin oleh Esti Blanco-Elorrieta dengan penulis pertama Xuanyi Jessica Chen.
Untuk menguji hal itu, tim menggunakan magnetoensefalografi (MEG) untuk merekam aktivitas otak dengan presisi milidetik. Peserta, penutur Spanyol-Inggris, mendengar kata tunggal seperti "boat" atau "barco" dan diminta menghasilkan bentuk jamak. Peneliti juga menguji respons terhadap kognat (kata serupa antarbahasa) dan kata buatan seperti "paple".
Hasil menunjukkan pola otak yang sama mendukung tata bahasa di kedua bahasa dan juga untuk kata buatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa otak memiliki perhitungan tata bahasa yang dapat dipakai ulang, bukan seperangkat aturan terpisah. Penulis mengatakan hasil ini memberi wawasan tentang komunikasi dan cara orang mempelajari bahasa baru.
Kata-kata sulit
- dwibahasa — bisa menggunakan dua bahasa secara aktif
- implementasikan — dibuat menjadi bagian dari sistem kerjadiimplementasikan
- magnetoensefalografi — teknik merekam aktivitas otak dengan medan magnet
- kognat — kata dari dua bahasa yang bentuknya mirip
- perhitungan — proses atau operasi untuk menghitung sesuatu
- seperangkat — kumpulan alat atau aturan yang terhubung
- kata buatan — kata yang dibuat untuk eksperimen atau tes
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu satu sistem tata bahasa bersama memudahkan seseorang belajar bahasa baru? Mengapa?
- Pernahkah kamu mencoba mengubah kata menjadi bentuk jamak saat belajar bahasa? Ceritakan strategi yang kamu pakai.
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa memengaruhi cara orang mengajar atau belajar bahasa menurutmu?
Artikel terkait
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
Materi Gelap yang Meluruh Bisa Bantu Terbentuknya Lubang Hitam Awal
Penelitian menunjukkan peluruhan materi gelap bisa mengubah kimia galaksi pertama sehingga beberapa awan gas runtuh langsung menjadi lubang hitam, menjelaskan lubang hitam raksasa yang terlihat kurang dari satu miliar tahun setelah Dentuman Besar.