Penelitian yang dipublikasikan di JNeurosci melaporkan bahwa tata bahasa pada penutur dwibahasa diimplementasikan oleh satu sistem saraf bersama, bukan oleh sistem terpisah untuk tiap bahasa. Studi ini dipimpin oleh Esti Blanco-Elorrieta dengan penulis pertama Xuanyi Jessica Chen.
Untuk menguji hal itu, tim menggunakan magnetoensefalografi (MEG) untuk merekam aktivitas otak dengan presisi milidetik. Peserta, penutur Spanyol-Inggris, mendengar kata tunggal seperti "boat" atau "barco" dan diminta menghasilkan bentuk jamak. Peneliti juga menguji respons terhadap kognat (kata serupa antarbahasa) dan kata buatan seperti "paple".
Hasil menunjukkan pola otak yang sama mendukung tata bahasa di kedua bahasa dan juga untuk kata buatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa otak memiliki perhitungan tata bahasa yang dapat dipakai ulang, bukan seperangkat aturan terpisah. Penulis mengatakan hasil ini memberi wawasan tentang komunikasi dan cara orang mempelajari bahasa baru.
Kata-kata sulit
- dwibahasa — bisa menggunakan dua bahasa secara aktif
- implementasikan — dibuat menjadi bagian dari sistem kerjadiimplementasikan
- magnetoensefalografi — teknik merekam aktivitas otak dengan medan magnet
- kognat — kata dari dua bahasa yang bentuknya mirip
- perhitungan — proses atau operasi untuk menghitung sesuatu
- seperangkat — kumpulan alat atau aturan yang terhubung
- kata buatan — kata yang dibuat untuk eksperimen atau tes
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu satu sistem tata bahasa bersama memudahkan seseorang belajar bahasa baru? Mengapa?
- Pernahkah kamu mencoba mengubah kata menjadi bentuk jamak saat belajar bahasa? Ceritakan strategi yang kamu pakai.
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa memengaruhi cara orang mengajar atau belajar bahasa menurutmu?
Artikel terkait
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.