Peneliti melaporkan bahwa penutur dwibahasa memakai satu sistem saraf untuk tata bahasa, bukan dua sistem terpisah. Temuan ini menjelaskan mengapa beberapa penutur kadang mencampur aturan tata bahasa dari dua bahasa.
Tim menggunakan magnetoensefalografi (MEG) untuk merekam aktivitas otak dengan presisi milidetik. Peserta adalah penutur Spanyol-Inggris yang mendengar kata tunggal lalu diminta membentuk kata yang benar, misalnya jamak.
Para peneliti juga menguji kata yang mirip antarbahasa dan kata buatan seperti "paple". Hasilnya menunjukkan pola otak yang sama untuk kedua bahasa dan untuk kata buatan, sehingga tata bahasa tampak diproses bersama.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- dwibahasa — orang yang memakai dua bahasa sehari-hari
- tata bahasa — aturan untuk menyusun kalimat dan kata
- magnetoensefalografi — alat untuk merekam aktivitas otak cepat
- milidetik — satuan waktu sama dengan satu per seribu detik
- mencampur — menggabungkan dua hal menjadi satu campuran
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mencampur aturan dari dua bahasa? Beri contoh singkat.
- Mengapa menurutmu penutur dwibahasa kadang mencampur tata bahasa?
Artikel terkait
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
Materi Gelap yang Meluruh Bisa Bantu Terbentuknya Lubang Hitam Awal
Penelitian menunjukkan peluruhan materi gelap bisa mengubah kimia galaksi pertama sehingga beberapa awan gas runtuh langsung menjadi lubang hitam, menjelaskan lubang hitam raksasa yang terlihat kurang dari satu miliar tahun setelah Dentuman Besar.