Peneliti melaporkan bahwa penutur dwibahasa memakai satu sistem saraf untuk tata bahasa, bukan dua sistem terpisah. Temuan ini menjelaskan mengapa beberapa penutur kadang mencampur aturan tata bahasa dari dua bahasa.
Tim menggunakan magnetoensefalografi (MEG) untuk merekam aktivitas otak dengan presisi milidetik. Peserta adalah penutur Spanyol-Inggris yang mendengar kata tunggal lalu diminta membentuk kata yang benar, misalnya jamak.
Para peneliti juga menguji kata yang mirip antarbahasa dan kata buatan seperti "paple". Hasilnya menunjukkan pola otak yang sama untuk kedua bahasa dan untuk kata buatan, sehingga tata bahasa tampak diproses bersama.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- dwibahasa — orang yang memakai dua bahasa sehari-hari
- tata bahasa — aturan untuk menyusun kalimat dan kata
- magnetoensefalografi — alat untuk merekam aktivitas otak cepat
- milidetik — satuan waktu sama dengan satu per seribu detik
- mencampur — menggabungkan dua hal menjadi satu campuran
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mencampur aturan dari dua bahasa? Beri contoh singkat.
- Mengapa menurutmu penutur dwibahasa kadang mencampur tata bahasa?
Artikel terkait
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Model Fisika Baru untuk Meningkatkan Ketajaman MRI
Peneliti di Rice University dan Oak Ridge National Laboratory mengembangkan model fisika baru yang menghubungkan gerak molekul dengan sinyal MRI klinis. Studi ini menjelaskan relaksasi NMR dalam cairan dan diuji pada frekuensi MRI klinis.