Penelitian baru menemukan beberapa wilayah otak lebih aktif pada orang dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) saat mereka melakukan tugas berurutan kognitif. Studi ini dilakukan di laboratorium Theresa Desrochers di Carney Institute for Brain Science, Brown University, dan dipublikasikan di Imaging Neuroscience.
Dalam pemindai MRI, peserta diminta menyebut warna atau bentuk dalam urutan tertentu, misalnya warna, warna, bentuk, bentuk. Orang dengan OCD mengerjakan tugas itu sama baiknya dengan kelompok kontrol, tetapi pemindaian menunjukkan lebih banyak wilayah otak yang aktif, termasuk area yang berkaitan dengan memori kerja dan pengenalan visual. Peneliti mengatakan hasil ini bisa membantu menargetkan stimulasi magnetik transkranial (TMS). TMS disetujui oleh FDA pada 2018 dan membantu sekitar 30–40% pasien OCD.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah untuk mencari fakta baru
- pemindai — alat untuk mengambil gambar bagian tubuh
- memori kerja — ingat sementara saat mengerjakan tugas
- pengenalan visual — kemampuan melihat lalu mengenali objek
- stimulasi magnetik transkranial — rangsangan otak dengan medan magnet
- kelompok kontrol — grup peserta untuk perbandingan hasil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu peneliti ingin mengetahui wilayah otak yang aktif pada OCD?
- Pernahkah kamu atau keluarga melakukan pemindaian MRI? Ceritakan singkat pengalaman atau alasan tidak melakukannya.
Artikel terkait
Bakteri Usus Masuk Otak pada Tikus Setelah Diet Berlemak
Peneliti Emory University melaporkan bahwa bakteri dari usus tikus dapat mencapai otak setelah tikus diberi diet tinggi lemak. Studi pada model tikus mengaitkan perubahan mikrobioma, kebocoran penghalang usus, dan jalur lewat saraf vagus.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.
Studi: Video Game Bisa Membantu Mengelola Stres
Penelitian dari Boston University menunjukkan banyak pemain menggunakan video game untuk mengatasi stres dan mengatur emosi. Studi ini mensurvei mahasiswa tentang kebiasaan bermain, alasan bermain, dan perasaan sebelum/durasi/setelah bermain.