Seorang tim psikologi mempelajari mengapa beberapa ingatan tahan lama. Mereka memakai MRI fungsional (fMRI) untuk mengukur aktivitas otak saat peserta menonton potongan film dan mendengarkan cerita. Untuk sampel lebih besar, tim menggabungkan dataset fMRI yang sudah ada dari beberapa institusi.
Untuk menilai gairah emosional tiap adegan, mereka memakai tiga metode: penilaian subjektif orang, model bahasa besar yang memperkirakan gairah dari teks, dan pengukuran pelebaran pupil sebagai tanda fisiologis. Peneliti menganalisis aktivitas di banyak wilayah otak dan melihat hubungan antar jaringan.
Hasilnya menunjukkan bahwa saat adegan menggugah, otak menjadi lebih terintegrasi dan ingatan adegan itu cenderung lebih tahan lama.
Kata-kata sulit
- psikologi — ilmu tentang pikiran dan perilaku manusia
- mengukur — menentukan ukuran atau jumlah sesuatu dengan alat
- menggabungkan — menyatukan dua hal atau lebih menjadi satu
- gairah emosional — perasaan kuat yang muncul karena suatu kejadian
- pelebaran pupil — membesarnya bagian mata sebagai tanda tubuh
- integrasi — keadaan bagian-bagian menjadi lebih tersambung atau kerja samaterintegrasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Sebutkan satu adegan film atau cerita yang mudah Anda ingat. Mengapa Anda ingat adegan itu?
- Apakah menurut Anda emosi membantu membuat ingatan lebih kuat? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.
Energi pulsasi mungkin penyebab hidrosefalus
Penelitian yang dipimpin Michael Egnor di Stony Brook Medicine mengusulkan hidrosefalus disebabkan oleh kegagalan otak menyerap energi pulsasi detak jantung, bukan hanya malabsorpsi cairan serebrospinal. Temuan itu dipublikasikan di Journal of Neurosurgery: Pediatrics.
Bakteri Usus Masuk Otak pada Tikus Setelah Diet Berlemak
Peneliti Emory University melaporkan bahwa bakteri dari usus tikus dapat mencapai otak setelah tikus diberi diet tinggi lemak. Studi pada model tikus mengaitkan perubahan mikrobioma, kebocoran penghalang usus, dan jalur lewat saraf vagus.