Penelitian baru menunjukkan planet kering di luar tata surya kemungkinan besar tidak mendukung kehidupan. Para ilmuwan telah menemukan banyak eksoplanet, dan lebih dari 6.000 telah dikonfirmasi. Mereka mencari planet di zona laik huni, tempat suhu memungkinkan air cair.
Tim meneliti planet dengan jauh lebih sedikit air daripada Bumi. Mereka menemukan bahwa air permukaan dan hujan membantu siklus karbon geologis yang mengatur suhu.
Jika tidak ada cukup hujan, karbon di atmosfer naik dan panas bertambah. Hasil simulasi menunjukkan planet yang awalnya punya air bisa kehilangan airnya jika siklus karbon gagal.
Kata-kata sulit
- eksoplanet — Planet di luar tata surya yang mengorbit bintang lain
- zona laik huni — Daerah sekitar bintang dengan suhu memungkinkan air cair
- siklus karbon — Perputaran karbon antara batuan, udara, dan air
- simulasi — Percobaan komputer untuk meniru kondisi nyata
- atmosfer — Lapisan gas yang mengelilingi sebuah planet
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa hujan penting untuk mengatur suhu planet menurut artikel?
- Apa risiko bagi planet yang memiliki sangat sedikit air menurut teks?
- Bagaimana perasaanmu tentang ide bahwa sebuah planet bisa kehilangan airnya jika siklus karbon gagal? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Fosil Kaki Burtele Ungkap Australopithecus deyiremeda Hidup Bersama Lucy
Tulisan ini melaporkan bahwa tulang kaki yang ditemukan pada 2009 di Afar Rift kini dikaitkan dengan Australopithecus deyiremeda berusia 3,4 juta tahun. Analisis bentuk kaki dan isotop menunjukkan perbedaan anatomi dan pola makan dibandingkan Lucy.
Pembersihan Plastik Bisa Lepaskan Bahan Kimia Berbahaya
Penelitian di Iowa State menemukan bahwa beberapa metode pencucian plastik sebelum didaur ulang melepaskan ftalat ke air cuci. Metode ultrasonik dan natrium hidroksida ditambah deterjen menghasilkan ftalat, dan daur ulang ulang air memperbesar konsentrasi.