Penelitian baru menunjukkan planet kering di luar tata surya kemungkinan besar tidak mendukung kehidupan. Para ilmuwan telah menemukan banyak eksoplanet, dan lebih dari 6.000 telah dikonfirmasi. Mereka mencari planet di zona laik huni, tempat suhu memungkinkan air cair.
Tim meneliti planet dengan jauh lebih sedikit air daripada Bumi. Mereka menemukan bahwa air permukaan dan hujan membantu siklus karbon geologis yang mengatur suhu.
Jika tidak ada cukup hujan, karbon di atmosfer naik dan panas bertambah. Hasil simulasi menunjukkan planet yang awalnya punya air bisa kehilangan airnya jika siklus karbon gagal.
Kata-kata sulit
- eksoplanet — Planet di luar tata surya yang mengorbit bintang lain
- zona laik huni — Daerah sekitar bintang dengan suhu memungkinkan air cair
- siklus karbon — Perputaran karbon antara batuan, udara, dan air
- simulasi — Percobaan komputer untuk meniru kondisi nyata
- atmosfer — Lapisan gas yang mengelilingi sebuah planet
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa hujan penting untuk mengatur suhu planet menurut artikel?
- Apa risiko bagi planet yang memiliki sangat sedikit air menurut teks?
- Bagaimana perasaanmu tentang ide bahwa sebuah planet bisa kehilangan airnya jika siklus karbon gagal? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Unggahan Media Sosial sebagai Peringatan Awal Perpindahan Penduduk
Analisis unggahan media sosial dapat memberi peringatan dini tentang pergerakan penduduk saat krisis. Studi di EPJ Data Science menguji alat prediksi yang memakai data digital untuk menambah informasi saat survei sulit dikumpulkan.
Teknologi Magnet untuk Mengatasi Arsenik di India
Dua saudara dari Bihar mengembangkan metode magnetik tanpa bahan kimia (METAL) untuk menghilangkan arsenik dari air tanah. Teknologi itu menjadi produk MARU, sudah memurnikan air dan mendapat pengakuan nasional sebelum masuk pasar komersial.