Penelitian terbaru, dipublikasikan di Planetary Science Journal, menunjukkan bahwa planet kering di zona laik huni kemungkinan besar tidak dapat mempertahankan kondisi yang mendukung kehidupan. Para ilmuwan menekankan bahwa keberadaan air saja tidak cukup; siklus karbon geologis yang panjang sangat bergantung pada jumlah air permukaan dan curah hujan untuk mengatur iklim planet.
Penulis utama Haskelle White-Gianella, mahasiswa doktoral di University of Washington, dan timnya menggunakan simulasi kompleks untuk mensimulasikan planet dengan jauh lebih sedikit air daripada satu samudra Bumi. Mereka menyimpulkan planet seukuran Bumi membutuhkan setidaknya 20 hingga 50% dari air di lautan Bumi agar siklus karbon dapat berjalan. Siklus ini melibatkan penumpukan CO2 dari aktivitas vulkanik, pelarutan CO2 dalam hujan, pelapukan kimiawi batuan yang memindahkan karbon ke laut, pengendapan dan subduksi oleh tektonik lempeng, lalu pengembalian karbon lewat pembentukan pegunungan dan vulkanisme untuk mengatur suhu.
Jika air permukaan terlalu sedikit sehingga hujan tidak cukup, pelapukan tidak efektif dan CO2 atmosfer menumpuk. Kenaikan CO2 menjebak panas, mengakibatkan penguapan air secara tak terkendali dan membuat planet menjadi terlalu panas untuk kehidupan. Simulasi tim juga menunjukkan planet yang awalnya memiliki air bisa kehilangan semua airnya jika siklus karbon gagal. Penulis mencontohkan Venus sebagai kasus yang mungkin pernah memiliki air tetapi kini memiliki suhu dan tekanan ekstrem; misi mendatang ke Venus bisa membantu menguji dan memvalidasi model ini.
Studi ini dibiayai oleh National Science Foundation, NASA Astrobiology Program, dan Alfred P. Sloan Foundation. Sumber informasi berasal dari University of Washington.
Kata-kata sulit
- zona laik huni — area orbit di sekitar bintang memungkinkan air cair
- siklus karbon — proses panjang pertukaran karbon antar bagian planetsiklus karbon geologis
- pelapukan — penguraian batuan oleh proses fisik atau kimiapelapukan kimiawi
- subduksi — pergerakan lempeng tektonik masuk ke bawah lempeng lain
- vulkanisme — aktivitas gunung berapi dan keluarnya material panas
- penguapan — perubahan air menjadi uap akibat pemanasanpenguapan air secara tak terkendali
- pelarutan — proses zat larut masuk ke dalam cairanpelarutan CO2 dalam hujan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana berkurangnya curah hujan bisa memengaruhi kemampuan planet mempertahankan kehidupan menurut artikel? Jelaskan dengan dua alasan dari teks.
- Seberapa penting menurut Anda misi ke Venus untuk menguji model ini? Berikan dua alasan yang mendukung pendapat Anda.
- Apa implikasi temuan bahwa planet dengan sedikit air bisa kehilangan semua airnya bagi pencarian kehidupan di planet lain? Jelaskan pendapat singkat Anda.
Artikel terkait
Rambut sebagai catatan paparan bahan kimia
Penelitian dari University of Texas at Austin menunjukkan rambut dapat merekam paparan bahan kimia selama hari, minggu, dan bulan. Metode pemanasan helai rambut dan spektrometer massa membantu merekonstruksi garis waktu paparan yang darah atau urin tidak tangkap.
Suplemen Pakan Bantu Nila Tahan Suhu Dingin
Penelitian dari Mesir dan Filipina menunjukkan penambahan lesitin dan gom Arab pada pakan nila membantu pertumbuhan dan kelangsungan hidup saat suhu lebih rendah. Studi ini menguji dosis tertentu dan menjelaskan kemungkinan mekanisme seluler.
Connie Nshemereirwe: Sains, Pendidikan, dan Kolaborasi di Afrika
Connie Nshemereirwe, spesialis pengukuran pendidikan dan mantan insinyur, mengajak penelitian di Afrika tumbuh dari akar rumput dan memperkuat hubungan antarilmuwan di global Selatan. Ia juga membahas komunikasi sains dan dampak penutupan sekolah selama pandemi.