Para peneliti di Universitas Missouri menggunakan jagung ungu untuk membuat pewarna makanan alami. Pewarna buatan saat ini berasal dari minyak bumi dan hanya mempercantik tampilan makanan. Sebaliknya, jagung ungu mengandung zat antosianin yang baik untuk kesehatan jantung dan mengurangi peradangan.
Membuat pewarna alami merupakan tantangan besar karena warna alami mudah rusak akibat panas. Namun, tim peneliti menemukan bahwa warna jagung ungu tetap stabil pada suhu tinggi. Mereka mengubah pewarna ini menjadi bentuk bubuk yang mudah disimpan dan diangkut.
Peneliti juga menguji pewarna ini pada minuman asam seperti jus buah. Warna tersebut tetap awet selama beberapa minggu di dalam lemari es. Selain itu, proyek ini membantu petani lokal menanam jagung ungu untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang mencari ilmu baru melalui kegiatan penelitian
- pewarna — bahan yang dipakai untuk memberikan warna pada sesuatu
- tantangan — hal sulit yang harus dihadapi atau diselesaikan
- stabil — keadaan yang tidak mudah berubah atau rusak
- pendapatan — uang yang diterima dari hasil bekerja atau berusaha
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih suka mengonsumsi makanan dengan pewarna alami atau pewarna buatan?
- Mengapa kesehatan jantung sangat penting bagi kehidupan kita?
Artikel terkait
HIV Meluas di Pakistan Karena Perawatan Medis Tidak Aman
Infeksi HIV di Pakistan meningkat dan kini terkait dengan praktik medis yang tidak aman. Penyelidikan rahasia menemukan jarum suntik ulang dan prosedur sterilisasi buruk yang memicu wabah lokal dan menyebar ke perempuan serta anak-anak.
Panas dan lembap saat kehamilan kurangi pertumbuhan anak
Penelitian menemukan panas yang lembap selama kehamilan berdampak lebih buruk pada pertumbuhan anak dibandingkan panas saja. Studi menggunakan metrik WBGT dan mengaitkan data cuaca dengan catatan kesehatan untuk menilai paparan pranatal di Asia Selatan.
Perubahan Iklim Mengancam Ekspor Pisang Amerika Latin
Perubahan iklim mengurangi kesesuaian lahan pisang ekspor di Amerika Latin dan Karibia. Studi memperingatkan penurunan luas produksi jika tidak ada intervensi, sedangkan petani dan negara mencoba langkah adaptasi dan pemantauan baru.