Para peneliti menggabungkan tiga kumpulan data mikrobioma usus publik yang bersama-sama mencakup 24 populasi di 4 benua. Sampel meliputi pemburu-pengumpul dan penggembala di Botswana, Tanzania, dan Nepal; petani pedesaan di Malawi dan Venezuela; serta penduduk perkotaan di Philadelphia dan St. Louis. Satu kumpulan data juga membandingkan bayi yang diberi ASI dan yang diberi susu formula.
Penelitian ini fokus pada estrobolome, bagian mikroba usus yang memproses estrogen. Studi menemukan mikrobioma pada populasi industrial memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk mendaur ulang estrogen yang dibuang dan mengembalikannya ke peredaran darah. Bayi yang diberi susu formula juga menunjukkan kapasitas daur ulang yang lebih tinggi dibanding bayi yang diberi ASI.
Rebecca Brittain mengatakan lingkungan, pola makan, dan kebiasaan di masyarakat industrial kemungkinan mempengaruhi mikroba. Richard Bribiescas terkejut karena biasanya keragaman mikrobioma lebih rendah di masyarakat industrial. Grazyna Jasienska menegaskan belum jelas apakah perubahan ini menguntungkan atau merugikan.
Kata-kata sulit
- mikrobioma — Kumpulan mikroorganisme yang hidup di usus
- estrobolome — Bagian mikroba usus yang memproses estrogen
- kumpulan data — Sekumpulan informasi atau catatan yang terorganisir
- populasi industrial — Kelompok orang di masyarakat yang berindustri
- keragaman — Perbedaan jenis atau variasi dalam suatu kelompok
- kapasitas — Kemampuan atau daya untuk melakukan sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda perubahan kapasitas daur ulang estrogen bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat? Jelaskan dengan alasan singkat.
- Apakah Anda pikir pola makan dan kebiasaan di kota dapat mengubah mikroba usus? Beri contoh kebiasaan yang mungkin berpengaruh.
- Jika Anda orang tua baru, apakah informasi tentang perbedaan antara ASI dan susu formula dalam penelitian ini akan mempengaruhi pilihan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.