Studi ini menganalisis tiga kumpulan data mikrobioma usus publik yang bersama-sama mencakup 24 populasi di 4 benua. Sampel berasal dari kelompok pemburu-pengumpul dan penggembala di Botswana, Tanzania, dan Nepal; petani pedesaan di Malawi dan Venezuela; serta penduduk perkotaan di Philadelphia dan St. Louis. Satu dataset juga membandingkan bayi yang diberi ASI dan bayi yang diberi susu formula.
Penelitian mengonfirmasi pekerjaan sebelumnya tentang estrogen yang tidak aktif dikeluarkan ke usus, lalu dipecah dan direaktivasi oleh mikroba sehingga dapat diserap kembali ke aliran darah. Studi ini memeriksa estrobolome, yaitu bagian mikroba usus yang terlibat dalam proses reaktivasi tersebut.
Hasil utama menunjukkan populasi industrial memiliki kapasitas hingga 7 kali lebih besar untuk mendaur ulang estrogen yang dibuang dibanding populasi non-industri. Bayi yang diberi susu formula menunjukkan kapasitas 2 sampai 3 kali lipat, dan estrobolome pada bayi formula 11 kali lebih beragam dibanding bayi ASI. Secara keseluruhan, estrobolome dua kali lebih beragam pada orang dari populasi industrial dibanding non-industri.
- Lingkungan sehari-hari dan pola makan
- Aktivitas fisik yang berkurang
- Sanitasi dan akses layanan kesehatan
Rebecca Brittain mengatakan langkah berikutnya adalah mengidentifikasi faktor spesifik yang mendorong perbedaan ini dan memahami bagaimana tubuh meresponsnya. Bribiescas menyoroti kemungkinan peran pola makan dan faktor gaya hidup. Grazyna Jasienska menegaskan belum jelas apakah perubahan daur ulang estrogen ini menguntungkan atau merugikan. Proyek baru yang dibiayai oleh Polish National Science Foundation bertujuan menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Studi ini dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences.
Kata-kata sulit
- mikrobioma — kumpulan mikroba yang hidup di saluran pencernaan
- estrobolome — bagian komunitas mikroba usus yang mempengaruhi estrogen
- reaktivasi — proses mengembalikan aktivitas biologis suatu zat
- kapasitas — kemampuan atau daya untuk melakukan sesuatu
- populasi — kelompok orang dalam wilayah atau kategori tertentu
- sanitasi — kondisi kebersihan dan fasilitas kesehatan lingkungan
- beragam — memiliki variasi atau banyak jenis berbeda
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Dari daftar faktor (lingkungan sehari-hari, pola makan, aktivitas fisik yang berkurang, sanitasi dan akses layanan kesehatan), faktor mana menurut Anda paling mungkin menjelaskan perbedaan estrobolome antara populasi industrial dan non-industri? Jelaskan alasan dan contoh.
- Mengapa penting bagi peneliti untuk menentukan apakah perubahan daur ulang estrogen menguntungkan atau merugikan bagi kesehatan? Berikan dua alasan berdasarkan teks.
- Rebecca Brittain mengatakan langkah berikutnya adalah mengidentifikasi faktor spesifik yang mendorong perbedaan ini. Menurut Anda, mengapa langkah tersebut penting dan bagaimana hasilnya bisa digunakan di bidang kesehatan masyarakat?
Artikel terkait
FDA Setujui Bemotrizinol untuk Tabir Surya di AS
Food and Drug Administration (FDA) menyetujui bemotrizinol, penyaring kimia yang melindungi terhadap sinar UVA dan UVB. Persetujuan ini memungkinkan bahan itu ditambahkan ke produk di AS, namun waktu kemunculan produk baru tergantung pada pabrikan.
Semprotan Berkabut Tanpa Jarum untuk Mengobati Infeksi Kebal Obat
Peneliti dari Universitas Missouri mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum yang mengantar antibiotik pilihan terakhir langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini diuji untuk mengatasi MRSA sambil mengurangi risiko kerusakan organ.
Studi: Glukometer Murah Bisa Deteksi Hipoglikemia Neonatal
Sebuah studi yang dipimpin Rice360 menguji 11 glukometer portabel untuk melihat apakah alat murah yang biasa dipakai dewasa bisa mengukur gula darah bayi baru lahir dengan benar. Hasil menunjukkan beberapa alat murah andal, sementara yang lain tidak.
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.