Peneliti, yang dipimpin oleh Jennifer S. De La Rosa, menilai apakah gejala nyeri dapat menaikkan skor pada alat skrining depresi umum, PHQ-8. De La Rosa adalah strategy director di University of Arizona Comprehensive Center for Pain and Addiction dan assistant research professor di U of A College of Medicine–Tucson. Makalah ini menggunakan hampir 32.000 responden dari National Health Interview Survey 2019 dan diterbitkan di Journal of Affective Disorders.
Tim memakai teknik data science untuk menguji measurement invariance—memastikan tidak ada bias sistematis—pada delapan item PHQ-8. Analisis menunjukkan skor PHQ-8 konsisten antara orang dengan dan tanpa nyeri kronis. Seperti yang ditulis peneliti, dengan data populasi yang mewakili nasional, mereka tidak menemukan bukti yang mendukung kekhawatiran lama bahwa gejala nyeri secara artifisial menaikkan skor depresi.
De La Rosa menyoroti implikasi klinis: skrining depresi yang positif dapat diandalkan pada pasien dengan nyeri kronis seperti pada pasien tanpa nyeri, dan klinisi tidak seharusnya ragu menawarkan dukungan kesehatan mental secara sensitif agar pasien merasa didukung, bukan distigmatisasi. Studi ini juga mengingatkan temuan sebelumnya bahwa 1 dari 5 orang dengan nyeri kronis mengalami depresi, lebih dari separuh orang dengan gejala depresi klinis juga mengalami nyeri kronis, dan orang dewasa dengan nyeri kronis cenderung menghadapi kecemasan dan depresi namun mengakses layanan kesehatan mental pada tingkat lebih rendah.
Penulis bersama berasal dari University of Arizona, Arizona State University, dan Johns Hopkins School of Medicine. Penelitian ini menerima dukungan dari National Institutes of Health. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, pada 2023 sekitar 64 juta orang dewasa AS mengalami nyeri kronis.
Kata-kata sulit
- skrining — proses pemeriksaan awal untuk menemukan masalah kesehatanalat skrining
- bias — kecenderungan atau kesalahan sistematis dalam hasilbias sistematis
- nyeri kronis — rasa sakit yang berlangsung lama atau terus-menerus
- distigmatisasi — perlakuan negatif karena kondisi atau ciri seseorang
- implikasi — konsekuensi atau akibat yang mungkin terjadiimplikasi klinis
- responden — orang yang menjawab survei atau kuesioner
- mengakses — menggunakan atau mendapatkan layanan atau sumber daya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa mengubah praktik skrining depresi pada pasien dengan nyeri kronis?
- Mengapa penting agar pasien tidak merasa distigmatisasi ketika menerima dukungan kesehatan mental?
- Apa kelebihan dan kekurangan penggunaan data survei nasional seperti National Health Interview Survey dalam studi seperti ini?
Artikel terkait
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Panas dan lembap saat kehamilan kurangi pertumbuhan anak
Penelitian menemukan panas yang lembap selama kehamilan berdampak lebih buruk pada pertumbuhan anak dibandingkan panas saja. Studi menggunakan metrik WBGT dan mengaitkan data cuaca dengan catatan kesehatan untuk menilai paparan pranatal di Asia Selatan.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.