Sebuah longsor besar merusak desa barat Sudan, Tarsin, di Jebel Marra pada 31 Agustus setelah beberapa hari hujan lebat. Otoritas Sudan mengatakan mereka mengevakuasi setidaknya 375 jenazah dari reruntuhan, termasuk banyak anak; agensi-agensi PBB menyatakan angka itu belum diverifikasi. Operasi penyelamatan terganggu oleh medan terjal dan curah hujan yang terus berlangsung.
Daerah itu di Darfur, di mana konflik bersenjata telah memaksa banyak orang pindah ke lembah dan menetap di lereng gunung. Para peneliti mencatat kombinasi faktor alam dan manusia: tanah jenuh air karena hujan, pembersihan vegetasi untuk tempat berlindung, pembangunan jalan tanpa teknik yang memadai, dan penambangan ilegal yang melemahkan lapisan tanah dan batuan.
Para ahli merekomendasikan langkah pencegahan seperti memindahkan pemukiman dari lereng curam, memulihkan vegetasi, dan memasang pemantauan lereng serta alat peringatan dini. Tim gabungan PBB, termasuk WHO, tiba di daerah itu pada 5 September untuk menilai situasi meski akses dan musim hujan menjadi tantangan besar.
Kata-kata sulit
- longsor — Bencana alam saat tanah jatuh.
- dampak — Pengaruh atau efek dari sesuatu.
- risiko — Kemungkinan terjadinya sesuatu yang buruk.
- pencegahan — Langkah-langkah untuk menghindari masalah.
- investasi — Menanamkan uang untuk keuntungan di masa depan.
- vegetasi — Tanaman dan pohon di suatu tempat.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang bisa dilakukan untuk membantu orang di Sudan?
- Bagaimana langkah pencegahan dapat mengurangi risiko bencana?
- Mengapa investasi dalam sistem peringatan dini penting?
Artikel terkait
Suhu Panas Membuat Kupu-kupu Monarch Lebih Rentan Parasit
Penelitian menemukan suhu yang lebih tinggi membuat kupu-kupu monarch 22% lebih tidak tahan terhadap parasit Ophryocystis elektroscirrha. Efek pelindung dari milkweed tropis hilang pada kondisi hangat dan banyak kupu-kupu jadi terinfeksi.
Kapal Penelitian Nansen Batal Survei di Perairan Sri Lanka
Kapal penelitian Norwegia Dr. Fridtjof Nansen membatalkan survei yang direncanakan di perairan Sri Lanka pada 2025 karena izin pemerintah terlambat. FAO menugaskan kapal itu ke Madagaskar dan para ilmuwan menyayangkan penundaan tersebut.